Menurut Dedie, saat ini Kota Bogor telah memiliki ratusan bank sampah dan puluhan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R. Selain itu, pengelolaan di sejumlah TPS juga telah beralih dari sistem open dumping menjadi controlled landfill.

“Kita punya ratusan bank sampah, puluhan TPS 3R, dan sebagian TPS sudah controlled landfill. Insya Allah tahun ini kita akan mendapatkan program dari Pemerintah Pusat, yakni Waste to Energy atau sampah menjadi energi listrik. Dengan proses yang sudah diinisiasi Pak Menteri, tentu Kota Bogor tidak boleh lengah dan harus terus berkomitmen,” tegasnya.

Dedie menambahkan, hasil pembersihan di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya dinilai kumuh kini sudah terlihat lebih tertata dan bersih.

“Bapak Menteri bisa lihat sendiri, tadinya hampir tidak ada harapan, sekarang sudah jauh lebih bersih. Dan insya Allah kita pertahankan,” ujarnya.

Baca Juga: Menuju Kota Bogor Bersih, Dedie Rachim Perkuat Program Jumsih 2 Kali Sepekan

Ke depan, Pemkot Bogor juga akan melaksanakan program pembersihan sekaligus relokasi pedagang di kawasan Pasar Anyar. Dedie turut mengajak masyarakat untuk mendukung program nasional Presiden melalui gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

“Kita minta kesadaran masyarakat untuk turut serta merespons apa yang diinginkan Presiden dalam program ASRI: Aman, Sehat, Resik, Indah. Insya Allah Bogor selalu mendukung program nasional,” tuturnya.

Terkait pengawasan penataan dan kebersihan pasar, Pemkot Bogor menunggu terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) mengenai pelaksanaan korvey dua kali dalam sepekan.