“Kita menghindari friksi sosial. Jadi, pendekatannya dari pernyataan orang tua yang mengakui kesulitan membina anak mereka. Ini program yang lebih aman,” jelasnya.
Baca Juga: Kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi Soal Siswa Nakal Dikirim ke Barak Militer, Begini Respon Menteri HAM
Terkait teknis pelaksanaan, Pemerintah Kota Bogor akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan sebagai pihak yang cocok untuk menyalurkan pendaftaran. Materi pendidikan dan bimbingan akan melibatkan guru, psikolog, dan lembaga seperti KPAI agar program berjalan maksimal.
“Pendaftaran mungkin nanti lewat Disdik. Karena ini jalurnya pendidikan dan pembinaan. Materinya harus melibatkan guru, psikolog, dan pihak pendamping lainnya. Untuk tahap awal, diprioritaskan anak-anak tingkat SLTA,” ujar Dedie.
Dedie Rachim juga mengungkapkan, program ini sedang difinalisasi terkait teknis, pembiayaan, dan pelaksanaannya.
Baca Juga: Pengiriman Anak Nakal ke Barak Militer, Dedi Mulyadi: Sudah Dimulai di Bandung dan Purwakarta
“Kita lihat prosesnya. Bisa jadi mulai Juni atau Juli, tergantung kesiapan,” katanya.
Jika program ini berhasil dan kuota terpenuhi, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan perluasan atau koordinasi dengan lembaga pembinaan di tingkat pusat, seperti Pusdiksi.
Sementara itu, Komandan Batalyon 315/Garuda, Letkol Inf Bistok Barry Obaja Simarmata, menyatakan kesiapannya dalam hal sarana, prasarana, dan sumber daya pelatih.
Baca Juga: Kak Seto Ketua LPAI Anggap idak ada Hak Anak yang Dilanggar dalam Kegiatan Pendidikan Karakter
“Satuan kami sudah beberapa kali melaksanakan pelatihan sejenis. Akomodasi seperti tempat tinggal, tidur, toilet, semuanya siap. Kami juga punya pelatih yang kompeten untuk memberikan bimbingan, pelatihan, dan pengasuhan,” ungkap Letkol Bistok.
Dandim 0606 Kota Bogor, Letkol Inf Dwi Agung Prihanto, menambahkan bahwa pembinaan akan dilakukan di luar jam belajar sekolah, sehingga anak tetap mendapat pendidikan formal dari guru yang berasal dari luar satuan militer.
"Di sini ada dua jenis pembelajaran. Pertama dari guru sesuai tingkat sekolah anak, dan kedua bimbingan serta pengasuhan oleh pelatih dari Batalyon. Pembinaan berlangsung dari pagi hingga malam, dari bangun tidur sampai tidur lagi,” tutupnya.
Comment