KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Dua warga Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor tercatat mengikuti program pendidikan alternatif Sekolah Rakyat yang saat ini diselenggarakan di Galih Pakuan Bogor.
Mereka adalah Rohman, warga Kampung Lengkong, dan Otih Mulyasari, warga Kampung Pangradin. Keduanya berasal dari keluarga prasejahtera yang menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Rohman tinggal di Kampung Lengkong RT003/RW005 Desa Tegalwangi, Kecamatan Jasinga. Ia merupakan putra dari pasangan Ramin, seorang buruh dengan penghasilan sekitar Rp1.700.000 per bulan, dan Surti.
Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas menjadi alasan kuat bagi Rohman untuk mengikuti program ini sebagai peluang meningkatkan pendidikan dan masa depannya.
Sementara itu, Otih Mulyasari berasal dari Kampung Pangradin RT003/RW002, Desa Pangradin. Ia adalah anak dari Oyan yang bekerja sebagai kuli panggul dan Nengsih, pedagang gorengan.
Penghasilan gabungan orang tua Otih diperkirakan hanya sekitar Rp1.500.000 per bulan. Keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat Otih untuk menimba ilmu, sehingga Sekolah Rakyat jadi pilihan terbaik.
Camat Jasinga, Santoso mengapresiasi keikutsertaan warganya dalam program ini. Ia juga menyampaikan harapan agar Sekolah Rakyat dapat segera dibuka di wilayah Jasinga.
"Untuk pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Jasinga memang belum ada kepastian lebih lanjut. Saat ini yang aktif mengikuti masih difokuskan ke Galih Pakuan,” ujar Santoso.
"Mudah-mudahan Sekolah Rakyat bisa segera hadir di Jasinga dan memberikan manfaat lebih luas bagi warga kami," tambahnya.
Kasi Pemberdayaan Kecamatan Jasinga, Siti Latifah menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat memang diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga penerima bantuan sosial PKH.
"Klasifikasi penerima program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga penerima PKH,” terang Siti Latifah kepada ceklissatu.com, pada Selasa (15/07/2025).
Hal ini ditegaskan juga oleh Ade Rifki, pendamping PKH Kecamatan Jasinga, yang menyampaikan bahwa proses seleksi untuk menjadi peserta Sekolah Rakyat cukup ketat, demi memastikan tepat sasaran dan berdampak nyata.
"Dengan melihat langsung Fasilitas, Sarana dan Prasarana yang ada di Sekolah Rakyat (SR) Centra Galih Pakuan sangat memadai, Saya dan orang tua (Rohman dan Otih) sangat terkesan. Besar harapan saya agar kelak tahun depan banyak Rohman dan Otih yang lain mendapatkan kesempatan sama." ungkap Ade kepada Celissatu.com pada Rabu (16/07/2025).
"Dan kami Sebagai pendamping PKH akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai arahan pak Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Tugas pendamping adalah mengidentifikasi dan merekomendasikan anak-anak yang layak. Pastikan prosesnya transparan, datangi langsung rumahnya," tutup Ade.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan alternatif berbasis kerakyatan yang bertujuan memberikan akses belajar bagi anak-anak dari keluarga miskin atau rentan secara sosial dan ekonomi.
Berbeda dari sekolah formal, kurikulum di Sekolah Rakyat dirancang lebih kontekstual dengan pendekatan partisipatif, kreatif, dan membumi pada realitas sosial peserta didiknya.
Comment