BOGOR, CEKLISSATU.COM – Ratusan supir angkot mendatangi Balai Kota Bogor, menuntut penghapusan kebijakan peremajaan armada dan penghapusan angkot tua, Kamis (23/10/2025).

Para sopir angkot itu juga mendesak agar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor diganti, serta meminta agar kendaraan angkot yang sempat ditahan segera dilepaskan.

Para sopir angkot itu berharap Wali Kota Bogor, Wakil Wali Kota, maupun perwakilan Dinas Perhubungan dapat menemui mereka untuk memberikan tanggapan serta kepastian atas aspirasi yang disampaikan.

Baca Juga: Angkot dan AKDP akan Ditertibkan Selama Lima Bulan, Dishub Kota Bogor Beberkan Tujuannya

Namun hingga siang hari, keinginan tersebut belum terpenuhi. Situasi sempat memanas ketika massa aksi membakar ban di depan gerbang dan berusaha memaksa masuk ke halaman Balai Kota Bogor.

Meski demikian, aparat keamanan tetap berjaga ketat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi dan menunggu kehadiran perwakilan Pemerintah Kota Bogor untuk berdialog langsung mengenai tuntutan mereka.

Baca Juga: Aksi Sopir Angkot di Bogor Viral Terobos Traffic Cone Lawan Arah Berujung Tilang

Salah satu pemilik sekaligus pengemudi angkot, Badru Jamal (62), menyampaikan keluhannya terkait kebijakan pemerintah daerah yang dinilai memberatkan para sopir angkot.

“Kami minta perpanjangan izin bisa ditambah lima tahun lagi. Kalau soal rerouting kan bukan masalah baru, sudah lama berjalan dan sudah kondusif. Jalur-jalur baru seperti trayek 06 ke Warung Jambu saja tidak jalan, ditambah lagi dari Sukasari juga tidak jalan,” ujar Badru di sela-sela aksi.

Ia juga menilai kebijakan yang diambil Pemkotdan Dinas Perhubungan Kota Bogor seolah tidak berpihak kepada para sopir angkot.

Baca Juga: Rekaman CCTV Angkot Terjungkal di Nanggung Bogor Viral, Disebut Mirip Film Kartun, Kasihan Tapi Lucu

“Sekarang mah yang ada dibina, bukan dibinasakan. Tidak akan kejadian seperti ini kalau pemimpinnya mau turun langsung dan mau mendengar. Bogor ini sebenarnya kota yang kondusif, sudah diakui masyarakat luar,"ujarnya.

"Tapi yang ada sekarang, kebijakan-kebijakan dari pemda dan Dishub ini yang bikin kacau. KIR dipersulit, kendaraan yang ditahan juga tidak dikeluarkan walau pajak sudah dibayar. Itu sama saja seperti perampasan,” tambahnya.

Badru mengaku bersyukur angkot miliknya tidak ikut ditarik, namun beberapa rekannya mengalami hal sebaliknya.

Baca Juga: Dishub Bakal Gelar Penertiban Angkot dan AKDP Selama 5 Bulan

“Kebetulan angkot saya tidak ditarik, tapi teman saya ada yang ditahan dan sampai sekarang belum dikeluarkan juga,” katanya.

BAdru ya g sudah puluhan tahun menjadi sopir angkot itu menyinggung soal kepemimpinan dan kebijakan yang dinilainya tidak berpandangan jauh ke depan.

“Kalau pemimpin itu harus punya wawasan jauh ke depan. Artinya bisa menciptakan masyarakat yang kondusif, bisa membaca yang tidak tertulis—kondisi dan situasi di lapangan. Kalau bisa begitu, kejadian seperti ini tidak akan ada,” ujarnya.

Baca Juga: Truk Tangki Terguling di Nagreg Usai Tabrak Angkot dan Hantam Rumah Warga

Ia berharap pemerintah hadir dan memperhatikan nasib para sopir angkot yang selama ini menggantungkan hidup di jalan.

“Kami ini cuma mempertahankan kehidupan. Kerja lain sudah tidak bisa. Mestinya negara hadir, apalagi usia seperti saya. Kami hanya minta jaminan dan keadilan. Jangan sampai usaha kecil seperti kami malah dibinasakan,” pungkasnya.