“Saya tidak tahu, sudah pulang. Tanya saja panitia,” jawabnya lewat pesan WhatsApp.
Menurut kesaksian salah satu warga, Andi, kericuhan bermula dari selebrasi gol yang dilakukan oleh suporter salah satu tim di menit-menit akhir pertandingan.
Suporter tersebut merangsek ke dalam lapangan, memicu reaksi dari suporter lawan yang juga ikut masuk ke lapangan. Situasi pun memanas dan kericuhan tak dapat dihindari.
Pertandingan yang berlangsung saat itu diketahui mempertemukan tim dari Kampung Kalong Dagul dan Kampung Peuteuy, yang sama-sama berasal dari Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga.
Pordes Cup yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan unjuk bakat di bidang olahraga justru berakhir ricuh antar suporter.
Kejadian ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara agar ke depan lebih siap dalam aspek pengamanan dan manajemen penonton.
Comment