KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Terkait pemekaran Kabupaten Bogor Barat, hanya akan terwujud apabila semua elemen bersatu dan prosesnya dijalankan secara logis, terukur, serta berbasis kesiapan nyata, tidak hanya sekadar wacana normatif.
Hal itu disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto dalam Lokakarya dan Pelantikan Pengurus Komite Persiapan Pemekaran Kabupaten Bogor Barat (KPPKBB) di Gedung SBS Premier Venue, Rabu (17/12/2025).
Rudy Susmanto mengajak seluruh pihak melakukan refleksi dan evaluasi atas perjuangan pemekaran yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade.
"Semua elemen masyarakat agar meninggalkan kepentingan pribadi dan kelompok, serta bersatu dalam satu suara demi masa depan Kabupaten Bogor Barat," ungkap Rudy Susmanto.
Rudy Susmanto menilai, sejarah tidak akan mencatat siapa partainya, tetapi siapa yang bekerja dan siapa yang benar-benar berjuang untuk rakyat.
“Kalau kita benar-benar ingin Kabupaten Bogor Barat mekar, kuncinya hanya satu, yaitu kebersamaan. Jangan membawa warna partai atau golongan. Yang kita perjuangkan adalah kepentingan masyarakat Bogor Barat,” tegas Rudy Susmanto.
Baca Juga: Bogor Barat dan Timur Siap Jadi Calon DOB, Cigudeg, Jonggol dan Sukamakmur Diunggulkan
Rudy Susmanto mengatakan, Pemkab Bogor telah melangkah lebih jauh dengan menyiapkan dasar-dasar konkret pemekaran.
Di antaranya dengan mengajukan permohonan lahan calon ibu kota Kabupaten Bogor Barat kepada PTPN pada Agustus 2025, yang pada prinsipnya telah disetujui pada November 2025.
“Calon ibu kota tetap direncanakan berada di Kecamatan Cigudeg, sesuai keputusan dan kajian para tokoh Bogor Barat sebelumnya,” jelas Rudy Susmanto.
Selain kesiapan lahan, Rudy Susmanto juga memaparkan komitmen besar pemerintah daerah dalam membenahi infrastruktur wilayah Barat.
Dalam kurun waktu sepuluh bulan kepemimpinannya, ratusan miliar rupiah dialokasikan khusus untuk pembangunan jalan, permukiman, dan fasilitas dasar di Bogor Barat.
Termasuk pembangunan akses jalan Malasari hingga perbatasan Sukabumi yang selama puluhan tahun belum tersentuh pembangunan.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Ledeng Rampung, Dedie Rachim Pastikan Konstruksi Lebih Kuat dan Tahan Lama
“Kami tidak banyak bicara, kami bekerja dengan data dan fakta. Infrastruktur Bogor Barat kami siapkan sekarang, bukan tahun depan,” beber Rudy Susmanto.
Rudy Susmanto menegaskan, pemekaran Kabupaten Bogor Barat saat ini telah memasuki tahapan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB).
Pemerintah daerah menargetkan penyelesaian administrasi dan land clearing pada 2026. Dilanjutkan pembangunan infrastruktur pemerintahan pada 2027, hingga beroperasinya pusat pelayanan publik dan fasilitas pemerintahan pada 2028.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Hentikan Sementara, Jalur Tambang di Bogor Barat Kini Lengang
“Kesiapan tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjawab kebutuhan masyarakat Bogor Barat akan percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” terang Rudy Susmanto.
Sementara itu, Ketua KPPKBB, Yana Nurheryana mengatakan, apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Bupati Bogor atas komitmen dan kerja nyata dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Nanggung dan Malasari yang selama ini dinilai kurang tersentuh pembangunan.
“Selama bertahun-tahun wilayah Nanggung dan Malasari nyaris tidak tersentuh pembangunan. Hari ini kami melihat bukti nyata, bukan sekadar narasi,” ucap Yana Nurheryana.
Baca Juga: Pemkab Bogor Percepat Persiapan DOB Bogor Barat, Bappedalitbang Lakukan Ini
Menurutnya, kecintaan terhadap Kabupaten Bogor tidak semata ditentukan oleh asal-usul kelahiran, melainkan dibuktikan melalui kerja nyata.
Dimulainya pembangunan di wilayah Nanggung dan Malasari pada tahun 2025 yang direncanakan rampung pada 2026 menjadi bukti konkret perhatian Pemkab Bogor terhadap wilayah barat.
“Masyarakat juga menaruh harapan besar agar aspirasi wilayah Bogor Barat terus diperjuangkan hingga ke tingkat pemerintah pusat," ujarnya.
"Kami berharap pembangunan yang telah dimulai dapat terus berlanjut dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Dalam giat tersebut, hadir pula Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade), Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ketua LASKI Nusantara Jaya Kabupaten Bogor;
Para tokoh ulama dan tokoh agama, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Leuwiliang dan Kecamatan Cigudeg, Ketua Muhammadiyah Kabupaten Bogor, Ketua KPPKBB beserta jajaran, para camat, kepala desa, tokoh pemuda, tokoh masyarakat.
Comment