BOGOR, CEKLISSATU.COM – Kelurahan Kertamaya mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 tingkat kelurahan di Aula Kantor Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat (13/12/2025).

Lurah Kertamaya, Mega Julyanti Hutapea mengatakan, bahwa pelaksanaan Musrenbang tahun ini masih menggunakan mekanisme yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Namun, lanjut dia, ada beberapa usulan yang memang harus berasal dari dinas teknis, seperti pendidikan, sarana pendidikan, dan pembangunan jalan utama untuk wilayah yang dianggap terisolir.

Baca Juga: Empat Usulan Program Bidang Diusulkan di Musrenbang Kelurahan Batutulis, Lurah Harap Terealisasi di 2027

Mega menjelaskan, sejumlah usulan tersebut membutuhkan intervensi dari pihak yang lebih tinggi di luar kewenangan RT, RW maupun kelurahan.

“Kami juga bekerja sama dengan LPM, Babinsa, dan Babinmas untuk menjaga kondusivitas wilayah. Ke depannya, warga harus memahami apa yang diusulkan, apa yang akan dikerjakan, serta apa saja yang akan diintervensi dan dibangun,” jelasnya.

Meski jumlah akhir usulan musrenbang belum ditetapkan, Mega menyampaikan, bahwa terdapat sekitar 16 usulan yang masuk dan akan disortir oleh pihak terkait.

Baca Juga: Musrenbangdes Argapura, Warga Aktif Bahas Arah Pembangunan Tahun 2026

“Terakhir saya dengar ada 16 usulan, tetapi nanti tetap dilihat prioritasnya. Pasti akan diseleksi kembali,” tuturnya.

Mega memastikan, proses penyortiran usulan pembangunan akan mempertimbangkan kebutuhan paling mendesak di wilayah tersebut.

“Untuk pembangunan fisik, kami memprioritaskan penanganan kebencanaan dan infrastruktur lingkungan. Sedangkan untuk pembangunan sumber daya manusia, pendidikan yang menjadi prioritas utama,” bebernya.

Baca Juga: Usep Nukliri Dorong Desa Parakan Muncang Kabupaten Bogor Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan RTLH

Ia juga menekankan, bahwa peningkatan kualitas SDM berperan penting dalam keberhasilan pembangunan.

“Percuma membangun banyak hal kalau SDM rendah. Warga bisa mudah dibohongi karena kurang pengetahuan. Tapi kalau pendidikannya baik dan pemikirannya terbuka, warga bisa ikut mengawasi pembangunan,” ungkapnya.

Terkait usulan nonfisik, Mega kembali menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi masyarakat.

Baca Juga: Musrenbang Kabupaten Bogor, Wabup Jaro Ade: Isu Strategis Kebutuhan Masyarakat Harus Diprioritaskan

“Untuk usulan nonfisik, yang paling dibutuhkan adalah pendidikan. Akses pendidikan di Bogor Selatan, termasuk Kertamaya, masih cukup sulit. Jangan sampai semakin banyak anak yang putus sekolah,” ujarnya.