KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Sudah tiga minggu warga Kampung Cimendo Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, beberapa warga ada yang harus membeli air, karena sumber air mengering akibat musim kemarau.
Seorang petani dan penggembala kambing di Kampung Cimendo, Tarmin (50) mengaku, kekeringan di wilayahnya berdampak langsung pada aktivitas pertaniannya.
"Sudah satu bulan setengah kekeringan sejak panen Juli lalu. Mau nanam lagi susah, airnya enggak ada," ungkap Tarmin kepada ceklissatu.com.
Tarmin menyebutkan, musim kemarau diprediksi bisa berlangsung hingga lima bulan, dan sangat memengaruhi hasil panen.
“Kemarin panen juga enggak maksimal, hasilnya menurun dibanding sebelumnya,” tutur Tarmin.
Selama kekeringan, Tarmin memilih menggembala 10 ekor domba miliknya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
"Serabutan, kalau sekarang sih ngangon domba, saya punya 10 domba,” beber Tarmin.
Baca Juga: GERCEP–BERKAH–PASTI Beri Akses Pelayanan Publik yang Cepat dan Mudah untuk Warga Kecamatan Jonggol
Senada, diungkapkan Sari (43), warga Kampung Cimendo RT14/RW07 mengaku, setiap dua hari harus membeli air tangki seharga Rp70 ribu untuk mandi dan mencuci.
Air tersebut dibeli dari tetangga yang mengambilnya dari sungai menggunakam mobil dan toren.
“Kalau enggak hujan, ya beli. Satu tangki 1.000 liter habis dua hari. Enggak berani dikonsumsi, soalnya air sungai, kadang keruh,” ucap Sari kepada Ceklissatu.com yang ditemui di rumahnya, Senin (04/08/2025).
Untuk air minum dan memasak, ia dan keluarganya mengandalkan air galon isi ulang seharga Rp6 ribu per galon.
Dalam satu rumah, ada tujuh anggota keluarga yang semuanya bergantung pada pembelian air setiap harinya.
“Kalau mahal, ya lumayan mahal bagi ibu, Rp70 ribu cuma dua hari,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan pengeboran untuk sumber air bersih, karena wilayah tersebut disebut tidak memiliki mata air yang cukup.
“Harapannya ada pengeboran air bersih, skarang belum ada pengajuan, setidaknya ada bantuan dulu lah,” harapnya.
Baca Juga: Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Angkot Cileungsi-Jonggol, Berikut Ini Kronologinya
Warga Cimendo saat ini mengandalkan penampungan air hujan atau empang buatan sebagai sumber air non konsumsi.
Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih yang nyaris terjadi setiap musim kemarau.
Comment