Retno menambahkan, persiapan pembangunan dan pengisian museum ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Kebudayaan setelah pertemuan dengan Wali Kota Bogor. Proses tersebut akan melibatkan berbagai pihak yang kompeten di bidang permuseuman dan sejarah.

“Persiapannya ini merupakan arahan hasil pertemuan antara Pak Menteri dengan Pak Wali Kota, bahwa prosesnya akan dikomandani oleh Museum Nasional beserta para kuratornya. Kemudian akan ada FGD atau Focus Group Discussion yang melibatkan para sejarawan, komunitas budaya, dan budayawan untuk menyusun narasi terbaik sejarah kebudayaan di sini,” ungkap Retno.

Baca Juga: Federasi Internasional Cabor Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Olahraga Dunia

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penataan museum secara teknis akan dilakukan oleh Direktorat Museum dan Sejarah. Sementara itu, koleksi yang akan ditampilkan akan melalui proses kurasi ketat oleh tim Museum Nasional dan para sejarawan.

“Jadi nanti Direktorat Museum dan Sejarah yang akan melakukan penataan di sini. Sedangkan untuk koleksi, hasil kurasi dari tim Museum Nasional dan para sejarawan akan menentukan koleksi apa saja yang ditampilkan,” katanya.

Dalam rangka melengkapi narasi sejarah Kota Bogor, pemerintah juga berencana menyelamatkan dan mengumpulkan artefak-artefak bersejarah yang saat ini masih tersebar di berbagai lokasi milik warga.

“Kemarin ada beberapa koleksi yang masih tersimpan di luar, seperti di tanah-tanah penduduk, kemudian ada Batu Dakon yang berada di pasar, serta artefak lain yang berada di lahan milik masyarakat. Itu akan kita upayakan untuk dipindahkan ke sini sehingga menjadi sebuah narasi lengkap sejarah Kota Bogor,” tutupnya.