​Menurut laporan yang diterimanya, air yang mengalir ke sungai tersebut sering kali berwarna putih, yang mengindikasikan adanya pencemaran sekaligus memicu pendangkalan penyebab banjir.


Hardi menilai, kehadiran hotel-hotel mewah di Tegallega saat ini belum memberikan manfaat yang proporsional bagi pemberdayaan wilayah maupun penanganan masalah lingkungan.


​Tegallega juga dikenal sebagai lokasi tempat tinggal sejumlah tokoh penting nasional, mulai dari Menteri Bappenas hingga mantan Duta Besar.


Namun, kehadiran para pejabat ini justru menyisakan kekecewaan bagi pihak kelurahan. Hardi mengungkapkan betapa sulitnya menjalin komunikasi atau sekadar meminta pendapat dari para tokoh tersebut untuk kemajuan wilayah.


​"Tempat tinggal Menteri Bappenas hingga mantan dubes ada di sini, jadi warga kami. Tapi justru kita meminta pendapatnya saja susah sekali. Jadi saya rasa percuma dengan kehadiran pejabat ini jika tidak ada kepedulian pada lingkungan tempat tinggalnya," ungkap Hardi dengan nada kecewa.


​Meski diterpa berbagai kendala, Kelurahan Tegallega terus berinovasi melalui program ekonomi kreatif, seperti budidaya maggot dan pemasangan CCTV swadaya masyarakat untuk memperkuat keamanan.


Pemerintah kelurahan berkomitmen untuk tetap fokus pada penanganan stunting dan penguatan mitigasi bencana, sembari terus mendesak sektor swasta dan institusi pendidikan agar lebih peduli terhadap isu-isu lokal.