Kondisi ini dianggap mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga setempat. Hardi berharap ke depan ada sinergitas yang lebih baik sehingga keberadaan akademisi bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kelas bawah.
Permasalahan properti juga menjadi sorotan tajam. Berdasarkan pendataan wilayah, Hardi mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai menjamurnya hunian sewa di Tegallega.
Ia menyebutkan bahwa sebagian besar rumah kost di wilayahnya beroperasi tanpa legalitas yang jelas.
"Sejumlah rumah kost, sekitar 85 persen, diduga tidak memiliki izin resmi," ujar Hardi Suhardiman di hadapan awak media.
Lebih lanjut, ia memberikan peringatan keras terkait pengawasan sosial di area pemukiman tersebut. Hardi menegaskan agar pengelolaan rumah kost dilakukan dengan ketat untuk mencegah terjadinya praktik-praktik asusila.
"Kalau berbicara masalah kost-kostan, jangan pernah berbicara masalah prostitusi. Kami tidak akan menoleransi hal tersebut di wilayah kami," tegasnya.
Baca Juga: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, Universitas Budi Luhur Tegaskan Zero Tolerance Pelaku Dinonaktifkan
Masalah lingkungan menjadi tantangan berat lainnya, terutama terkait aliran Sungai Ciparigi. Banjir yang kerap melanda wilayah ini ditengarai akibat maraknya bangunan yang berdiri di atas badan sungai.
Hardi juga menyoroti aliran limbah cair yang berasal dari kawasan komersial sepeeti hotel hingga yang bermuara ke Sungai Ciparigi.
Comment