KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Sudah lebih dari lima dekade, warga Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menetap di lahan milik Perkebunan Teh Cianten.
Namun, gempa yang mengguncang wilayah itu baru-baru ini menambah beban psikologis mereka yang selama ini hidup sederhana di tengah perkebunan.
Ketua RT 04/10 Kampung Bunisari, Jujuh Komara yang berusia 67 tahun mengisahkan bagaimana rasa trauma kini menghantui warganya.
Saat ditemui di kediaman seorang warga, Ibu Eti, ia menggambarkan suasana mencekam yang mereka rasakan.
"Begitu tanah bergetar, rasa takut langsung merambat. Kami semua jadi waswas," tuturnya lirih. Selasa, (22/9/2025).
Perkebunan Teh Cianten, seluas ±857,7 hektar dan dikelola PTPN VIII, membentang di wilayah Desa Purasari dan Purwabakti.
Baca Juga: Bukan Hanya Rumah yang Retak, Rasa Aman Warga Desa Purasari Pun Runtuh Diterpa Gempa
Sejak lama, lahan inilah yang menjadi tempat tinggal sekaligus sumber penghidupan sebagian masyarakat sekitar.
Hal itu dibenarkan Umar, seorang warga. "Sebagian besar warga di sini bekerja di kebun teh," ujarnya.
Kini, selain bertahan dari dampak gempa, warga juga berjuang meredam rasa cemas yang tak kunjung reda.
Comment