BOGOR, CEKLISSATU.COM - Ketakutan masih menyelimuti warga Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, dan Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, usai gempa bumi disertai puluhan gempa susulan mengguncang wilayah mereka sejak Jumat (19/9/2025).

Malam yang biasanya tenang kini berubah menjadi penuh waspada, ketika puluhan keluarga memilih tidur di teras rumah atau tenda darurat ketimbang kembali ke bangunan yang retak akibat guncangan.

Bagi warga, gempa Bogor bukan sekadar meruntuhkan tembok, tetapi juga merenggut rasa aman yang dulu menjadi bagian dari keseharian mereka.

Baca Juga: 128 Bangunan Terdampak Gempa di Desa Purasari Kabupaten Bogor, Warga Masih Trauma Usai 27 Kali Guncangan

Eti, warga Kampung Bunisari RT 04/10, mengaku tak lagi berani tidur di dalam rumah. Ia bersama keluarganya terpaksa bermalam di teras demi berjaga-jaga dari guncangan susulan.

"Dua malam pak tidur di depan rumah, warga juga ada yang di tenda," tutur Eti, Senin (22/9/2025).

Hal serupa diungkapkan Jujuh Komara (67), Ketua RT setempat, menurutnya, gempa bukanlah peristiwa baru di kampung itu.

Baca Juga: Warga Purasari Dirikan Tenda Darurat Antisipasi Gempa Susulan yang Terus Berulang di Bogor  

Getaran sempat dirasakan pada 2023, lalu kembali lebih keras pada Desember 2024 yang berlangsung hingga tiga hari berturut-turut.

"Dan sekarang, terjadi kemarin saja malam Minggu sekitar 27 kali getaran," ungkap Jujuh.

Lebih lanjut, warga kini merasa seperti hidup dalam ketidakpastian. Di antara rumah-rumah retak, tidur mereka tak lagi nyenyak, sementara tenda darurat menjadi satu-satunya tempat berlindung.

Baca Juga: Terdampak Gempa Bogor-Sukabumi, 285 Jiwa di Leuwiliang dan Pamijahan Mengungsi ke Tenda Darurat

Derita yang mereka alami menegaskan bahwa bencana bukan hanya soal bangunan yang rusak, tetapi juga rapuhnya rasa aman yang setiap hari dipertaruhkan.

Sementara itu, pemerintah mulai bergerak. Sebuah posko darurat didirikan oleh BPBD Kabupaten Bogor di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Atfal, Kampung Cianten, Desa Purasari.

Berdasarkan data yang dihimpun ceklissatu.com, sedikitnya 127 rumah dan dua mushola mengalami kerusakan akibat gempa. Informasi ini disampaikan oleh anggota BPD Desa Purasari, Dadi Suryadi, pada Senin (22/9/2025).

Baca Juga: BNPB Imbau Warga Terdampak Gempa Kordinasi saat Pemasangan Tenda Darurat

"Yang terdampak rumah rusak 127, dan dua mushola," jelas Dadi.

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Maryanto,yang turut meninjau lokasi, memastikan tidak ada korban jiwa. Namun, gempa susulan membuat warga enggan kembali ke rumah.

"127 rumah, satu rusak berat, dan korban jiwa nihil. Karena adanya gempa susulan, warga mendirikan tenda di beberapa titik," ujar Maryanto.

Baca Juga: Polsek Leuwiliang Serahkan Bantuan Kepada Warga Cianten Purasari yang Terdampak Gempa Bumi

Kini, sejumlah tenda darurat berdiri di sekitar posko dan area terbuka di sekitar permukiman warga Desa Purasari.