BOGOR, CEKLISSATU - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bogor Barat, Kota Bogor, menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) V pada Minggu, (28/9/2025)
Kegiatan yang di gelar di Pondok Pesantren Thoyyibah Putra, Dramaga Jalan Cangkurawok dramaga, itu menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus proses regenerasi kepemimpinan yang menekankan pentingnya sinergi dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bogor Barat.
Dalam Konferancab kali ini dihadiri oleh seluruh pengurus PAC se-Kota Bogor, jajaran MWCNU Bogor Barat, serta sejumlah tokoh GP Ansor dari tingkat kota dan pesantren.
Dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Bogor Barat, Nur Sanusi, S.T., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara GP Ansor dengan MWCNU.
Baca Juga: Puan Maharani Bicara Isu Kesetaraan Gender di Konferensi Internasional Kampus CSU Sacramento AS
“Alhamdulillah seluruh PAC Bogor hadir, juga dihadiri oleh MWCNU. Kita harus bersinergi karena pengurus NU di tingkat kecamatan adalah orang tua kita, sebagai bapak kita,” ujar Nur Sanusi.
PAC GP Ansor Bogor Barat saat ini membawahi 16 ranting dan berkomitmen melahirkan kader pemimpin baru yang siap menjadi benteng Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah di wilayahnya. Konferancab ini pun menjadi ruang untuk memperkuat visi-misi organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Pimpinan Pondok Pesantren Thoyyibah Putra, KH Hidayat Nahrowi, turut memberikan tausiyah kebangsaan dan kepemimpinan dalam acara tersebut. Ia mengingatkan pentingnya sinergi antargenerasi dalam organisasi.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Orang tua memiliki pengalaman, tapi yang muda punya energi dan semangat. Maka kolaborasi ini penting dalam organisasi seperti Ansor,” tuturnya.
Pada kesempatan itu juga KH Hidayat juga menitipkan lima prinsip ‘Is’ yang menjadi pedoman dalam berorganisasi, yaitu, Istiqomah : Tetap teguh di jalur NU dan Ansor, Istifadah : Memaksimalkan potensi yang dimiliki, Istighotsah : Selalu berdoa dan merendahkan diri, Istiyaroh: Menyatukan hati, pikiran, dan langkah, Istikharah: Mengambil keputusan yang mengarah pada kebaikan dan kemaslahatan.
Baca Juga: LIB Umumkan Hasil Club Licensing Cycle 2024/25, Seluruh Klub Liga 1 Lolos Lisensi
Sementara itu, Ketua MWCNU Bogor Barat, Dedy Yusuf, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Konferancab V ini dan menyatakan pentingnya koordinasi dalam setiap kegiatan ke-NU-an di wilayah Bogor Barat.
“Semua kegiatan yang membawa nama NU harus melibatkan sinergi dan koordinasi. Konferancab ini adalah bagian penting dari upaya itu,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Bogor, H. Ahmad Irfan, S.H., menegaskan bahwa Konferancab menjadi tonggak kebangkitan semangat kaderisasi Ansor di berbagai kecamatan.
“Konferancab ini menjadi momentum kebangkitan semangat GP Ansor di seluruh Kota Bogor, dari tingkat ranting hingga PAC. Setelah Bogor Selatan, Tanah Sareal, kini Bogor Barat, dan insyaallah minggu depan Bogor Utara akan menyusul,” tegasnya.
Baca Juga: Aktivis Kabupaten Bogor Sangat Prihatin Status Ruislag Lahan PT. Kinan City dengan Pemkab
Di waktu dan lokasi kegiatan, perwakilan dari Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Bogor, Dudi Prayoga Gunawan, S.Pd., menegaskan bahwa Konferancab merupakan bagian dari tata kelola organisasi yang sehat dan terstruktur.
“Ini adalah proses regenerasi dan pemilihan pemimpin baru. Organisasi yang baik dimulai dari administrasi yang tertib. Selamat berkonferensi, sahabat-sahabat Ranting, pilihlah pemimpin terbaik dari yang terbaik,” ujarnya.
Dengan suksesnya Konferancab V ini, GP Ansor Bogor Barat diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan yang kuat, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai ke-NU-an.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriah MWCNU Bogor Barat, KH Abdurahman. Suasana khidmat dan penuh harap menyelimuti penutupan kegiatan.
Comment