Alby menambabkan, air hasil pengolahan WTP ini setara dengan air bersih. Bahkan, menurutnya, konsep ini adalah yang pertama di Kota Bogor.


“Kalau konsep seperti ini, limbah kemudian diolah dan dimanfaatkan kembali, ini baru di Bogor. Di Jakarta dan beberapa kota lain memang sudah ada,” ungkap Alby. 


Tak hanya air limbah, pengelola juga memanfaatkan air hujan dengan kapasitas hingga 50m³, yang disesuaikan dengan standar pemadam kebakaran. Dari jumlah itu, tersedia cadangan 40 m³ yang bisa digunakan sebagai langkah preventif jika terjadi kebakaran di lingkungan pasar.

Baca Juga: Asyiknya Nobar  di Food Court Pasar Gembrong Sukasari


Inovasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan air limbah yang cerdas dapat membawa manfaat besar, tidak hanya dari sisi lingkungan tetapi juga efisiensi biaya dan keamanan fasilitas umum.