BOGOR, CEKLISSATU.COM - Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan komitmen merevolusi pelayanan publik dengan mengadopsi nilai kedisiplinan dan kebersamaan ala Kopassus.
Hal itu dikatakan Rudy Susmanto saat peringatan HUT ke-74 Kopassus di Batalyon 13 Grup 1.
Rudy Susmanto menekankan aparatur pemerintah harus ikut merasakan susah senang rakyat agar pembangunan di Kabupaten Bogor berjalan lebih cepat, tepat, dan berorientasi pada empati.
Baca Juga: Rudy Susmanto Gas Pol, Pasar Parung Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Kabupaten Bogor
"Di Kopassus ada prinsip sederhana: senang bersama, susah bersama. Kalau nilai ini kita terapkan di pemerintahan, maka pelayanan kepada masyarakat akan jauh lebih cepat dan tepat," ujar Rudy Susmanto, dikutip Minggu (26/4/2026).
Ia menekankan, bahwa aparatur pemerintah harus memiliki empati tinggi terhadap masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi juga oleh kesamaan rasa antara pemerintah dan rakyat.
"Kalau rakyat kita miskin, kita harus merasa miskin. Kalau rakyat kita sakit dan tidak terlayani, kita juga harus merasakan hal yang sama. Dari situlah muncul dorongan untuk bekerja lebih cepat dan tepat," tegasnya.
Baca Juga: Jadi ASN di Bogor Tak Bisa Santai, Rudy Susmanto: Utamakan Rakyat, Bukan Sekedar Jabatan
Selain itu, Rudy juga menyoroti pentingnya kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan kerja, sebagaimana yang diterapkan di Batalyon 13 Kopassus.
Ia menyebut, kondisi lingkungan satuan yang tertata rapi tanpa bergantung pada petugas khusus menjadi bukti kuatnya budaya kolektif di tubuh Kopassus.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diadopsi dalam birokrasi agar tercipta tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan berorientasi pada pelayanan publik.
Baca Juga: Bukan Sekadar Janji, Ini 3 Jurus Rudy Susmanto Genjot Pembangunan Bogor Barat
Di sisi lain, Rudy turut mendorong penguatan sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, terutama di bidang infrastruktur dan pengentasan kemiskinan.
"Saya yakin dengan sinergi yang kuat antara TNI dan pemerintah daerah, pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran," ujarnya.
Sementara itu, Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Letkol Inf. Gerry Heikal Cholid menyebut, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat juga berhasil menyelesaikan sejumlah persoalan, termasuk penanganan aliran Sungai Cibeuteung yang sebelumnya kerap menyebabkan banjir.
"Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sangat membantu kami dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan," ujarnya.
"Dengan penguatan nilai kepemimpinan berbasis kebersamaan dan sinergi lintas sektor, diharapkan kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor semakin optimal dalam memberikan pelayanan serta mendorong percepatan pembangunan di daerah," tutupnya.
Comment