Dalam kesempatan tersebut, Ajat Rochmat Jatnika turut memaparkan keberhasilan inovasi Taman B2SA yang kini telah berkembang menjadi model yang diterapkan di 40 kecamatan.
Menurutnya, inovasi itu tidak hanya diapresiasi melalui perspektif pelayanan publik, tetapi juga menjadi bagian dari capaian indikator SDGs.
Baca Juga: Setelah 21 Tahun Mengabdi, Suradi Akhirnya Kantongi SK PPPK Paruh Waktu dari Pemkab Bogor
Menurut Ajat, Kabupaten Bogor berhasil menekan food waste hingga menjadi hanya 4 persen dari total sampah domestik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini menunjukkan efektivitas kolaborasi perangkat daerah dalam mengelola lingkungan hidup.
“Alhamdulillah, sampah makanan yang masuk ke TPA hanya 4 persen. Ini memudahkan teman-teman di Dinas Lingkungan Hidup dan menjadi bukti bahwa perubahan perilaku masyarakat mulai terbentuk,” kata terang Ajat.
ceklissatu.com/uploads/images/202511/image_870x_691d1664adb0c.webp" width="870" height="593" alt="IMG_20251119_074909.webp">
Sekda Ajat meminta seluruh perangkat daerah dan unit pelayanan yang akan dikunjungi tim validasi, termasuk di RSUD Dr. K.H. Idham Chalid Ciawi, dengan inovasi SiGardaMas (Strategi Optimalisasi Rujukan Gawat Darurat Berbasis Masyarakat) dapat memberikan penjelasan apa adanya tanpa dilebih-lebihkan.
Baca Juga: Siapkan Penataan Kawasan Nyi Raja Permas, Pemkot Bogor Gelar Pertemuan dengan Paguyuban PKL
“Saya pesan, ceritakan apa adanya saja, tidak perlu dihias-hias. yang terlihat di lapangan itulah yang kami lakukan setiap hari. Justru itu yang akan memperkuat pelayanan kita kepada masyarakat,” tegasnya.
Comment