BOGOR, CEKLISSATU.COM - Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk kembali menaruh perhatian pada kesehatan mental.
Tema Hari Kesehatan Jiwa pada tahun ini mengambil tema ' Sehat Jiwa dalam Segala Situasi".
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, M.A.R.S, menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan kebutuhan dasar setiap manusia yang harus dijaga, baik dalam keadaan sehat maupun sakit.
Baca Juga: Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 10 Oktober
"Mari saling peduli, saling dengar, dan saling jaga. Jiwa yang sehat adalah pondasi kehidupan yang kuat," kata dr. Retno di Bogor.
Gangguan kesehatan jiwa kini menjadi penyebab kedua tertinggi Years Lived with Disability (YLDs) di Indonesia setelah gangguan otot dan rangka. Berdasarkan data nasional, depresi (3,69%), anxietas atau gangguan kecemasan (3,56%), dan skizofrenia (2,09%) menempati urutan teratas.
Sementara itu, data Dinas Kesehatan Kota Bogor per September 2025 menunjukkan bahwa 22,2% penduduk mengalami gangguan kecemasan, 11,2% mengalami depresi, dan 66,6% mengalami gangguan jiwa berat.
Baca Juga: Sering Mengalami Gangguan Kecemasan? Kenali Gejala dan Cara Atasi Anxiety Disorder
"Angka ini menjadi alarm bahwa kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jiwa perlu terus diperkuat. Banyak yang belum berani terbuka atau mencari pertolongan profesional," kata dr. Retno.
Comment