KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Menghadapi potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat mitigasi sebagai langkah antisipatif.
Katim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Dedi Sutisna menyebutkan, cuaca ekstrem yang berulang setiap tahun berpotensi memicu banjir, tanah longsor, serta angin puting beliung.
"Berdasarkan data lima tahunan, ada sejumlah wilayah dikategorikan sebagai wilayah paling rawan bencana di Kabupaten Bogor," ungkap Dedi kepada ceklissatu.com.
Baca Juga: 500 Personel Bergerak, BPBD Jabar Tambah Dukungan Alat Berat Evakuasi Longsor di Tarukan dan Cibuyuy
Sebagai langkah antisipatif kata Dedi, BPBD melakukan penanaman pohon yang dilakukan serentak di lima provinsi, dengan fokus pelaksanaan di enam kecamatan untuk wilayah Kabupaten Bogor. Hal itu bagian dari upaya vegetasi menekan risiko banjir dan longsor.
Dedi Sutisna menegaskan, guna pencegahan bencana dibutuhkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana.
“Sebagai tindak lanjut apel kesiapsiagaan bencana, BPBD sangat antusias menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di luar BPBD yang konsen dalam membantu penanganan bencana. Kami ingin sinergitas ini terus diperkuat,” terang Dedi Sutisna.
Baca Juga: BPBD Kota Bogor Catat 836 Laporan Kejadian Sepanjang 2025, Bencana Alam hingga Operasi SAR
Dedi menilai, kontur tanah Kabupaten Bogor yang berbukit dan labil menjadi faktor utama rentannya bencana tanah longsor dan banjir. Peristiwa banjir dan longsor pada tahun sebelumnya menunjukkan perlunya koordinasi dan imbauan intensif kepada masyarakat.
"Personel TRC siaga 24 Jam, semua turun ke lapangan saat bencana. BPBD Kabupaten Bogor mengerahkan 100 personel TRC yang telah dibekali perlengkapan lengkap, mulai dari helm, jas hujan, hingga perahu karet," bebernya.
“Amanat pak kepala pelaksana, bila terjadi bencana besar, semua anggota wajib turun ke lapangan. Kami harus siap diterjunkan kapan pun untuk penanganan darurat," lanjutnya.
Diketahui, saat ini BPBD memiliki lima perahu karet yang siap digunakan, dan akan ditambah menjadi 20 unit untuk menghadapi potensi banjir di wilayah hilir dan bantaran sungai.
Selain itu, setiap kejadian bencana seperti angin puting beliung, pohon tumbang, atau kebakaran, BPBD selalu berkolaborasi cepat dengan Damkar, mengingat hambatan pohon tumbang di jalan atau korban tertimpa membutuhkan penanganan segera.
Ia menyebutkan, saat ini 24 kecamatan di Kabupaten Bogor masuk kategori rawan bencana hydrometeorologi. Meski demikian, BPBD tidak menutup kemungkinan kecamatan lain pun memiliki potensi serupa. Koordinasi dengan berbagai SKPD seperti Dinsos, Dinkes, Damkar, serta instansi lain berjalan sangat cepat.
“Melalui WhatsApp saja kami langsung bergerak bersama di lapangan untuk mempercepat penanganan bencana,” tegas Dedy.
BPBD kembali mengingatkan masyarakat untuk segera melapor melalui Call Center 112 apabila terjadi kondisi darurat seperti banjir, longsor, atau pohon tumbang.
Comment