BOGOR, CEKLISSATU.COM - Flyover Bomang menjadi strategi utama Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk membuka konektivitas sekaligus mendorong Parung sebagai zona ekonomi baru di Kabupaten Bogor.
Rudy Susmanto mengatakan, pembangun Flyover Bomang dirancang menghubungkan Bojonggede, Kemang, hingga Parung tanpa harus memutar melalui jalur alternatif.
Dengan begitu, lanjut Rudy, dengan adanya Flyover Bomang, diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan utara Bogor.
Baca Juga: Rudy Susmanto Gas Pol, Pasar Parung Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Kabupaten Bogor
“Tidak hanya Parung, kita juga akan tata mulai dari Kemang, Ciseeng, ruas jalan nasional, dan kita juga mempersiapkan arah kebijakan pembangunan tahun 2027, yakni pembangunan Flyover Bomang,” ujar Rudy, dikutip Selasa (28/4/2026).
Rudy menambahkan, investasi yang dubutuhkan untuk pembangunan Flyover Bomang berdasarkan dokumen detail engineering design (DED), mencapai hampir Rp150 miliar.
Proyek tersebut ditujukan untuk membuka akses langsung Bojonggede-Kemang-Parung tanpa harus memutar melalui Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) maupun Sentul.
Baca Juga: Penghijauan Skala Besar di Jalan Bomang, Bupati Rudy Susmanto: Investasi Air Kabupaten Bogor
Untuk pembangunannya sendiri, kata Rudy, berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan dijadwalkan mulai pada 2027.
“Diawali dengan penetapan lokasi, appraisal, hingga pembebasan lahan yang menjadi kewenangan Pemkab Bogor,” jelas Rudy.
Rudy melanjutkan, untuk proses lelang akan dimulai pada akhir 2026, sehingga pembangunan fisik dapat segera berjalan setelah dua jembatan strategis di ruas Bomang selesai dibangun.
Baca Juga: 400 Lapak Disiapkan Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor untuk Penataan PKL di Pasar Parung
“Tahun ini dua jembatan akan dibangun, dua ruas akan terhubung selesai. Maka tahun 2027, Flyover Bomang akan mulai dibangun sehingga terhubung sampai simpang empat Bomang,” katanya.
Dua jembatan yang dimaksud yakni Jembatan Sitanggerang dan Jembatan Pesanggrahan. Jembatan Sitanggerang direncanakan menjadi jembatan terpanjang di jalur tersebut, sementara Jembatan Pesanggrahan disiapkan untuk memperkuat jaringan penghubung sebelum flyover dibangun.
Rudy menjelaskan, setelah konektivitas kawasan terbuka, Pemerintah Kabupaten Bogor akan melanjutkan penataan wilayah Parung, termasuk penertiban pedagang kaki lima (PKL) melalui pendekatan relokasi yang lebih manusiawi.
Baca Juga: Dari Keripik Juara hingga Penataan PKL, Ciwaringin Tancap Gas Benahi Wilayah
Ia menegaskan, penataan tidak dilakukan dengan penggusuran tanpa solusi. Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas dua hektare milik daerah di sekitar pasar sebagai lokasi alternatif bagi para pedagang.
Di area tersebut, Pemkab Bogor juga merencanakan pembangunan pasar ikan yang representatif dan terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat, sambil tetap memperhatikan keberlangsungan pasar swasta yang telah lebih dulu beroperasi.
“Kami tidak ingin niat baik pemerintah membangun justru mematikan usaha yang sudah ada. Semua harus ditata bersama agar berdampak positif bagi ekonomi masyarakat,” kata Rudy.
Comment