BOGOR, CEKLISSATU.COM - Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, melakukan kunjungan Waste Analysis and Characterization Study (WACS) di Lapangan Bansus RT 03/RW 10, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, pada Jumat (24/4/2026).
Dedie menyebut sampai sampai saat ini masih minimnya kesadaran masyarakat dalam hal menjaga kebersihan lingkungan seperti halnya tidak membuang sampah ke sungai.
“Sumber aliran sungai itu berasal dari wilayah-wilayah sekitar, termasuk di luar Kota Bogor. Selama belum ada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, maka persoalan banjir lintasan, banjir, dan masalah lingkungan akan terus terjadi,” ujar Dedie kepada wartawan.
Baca Juga: Pemkot Bogor Percepat Pembangunan PSEL, Targetkan Operasi Awal 2028
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bogor tengah mempersiapkan kebijakan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir sebagai bagian dari kesiapan pembangunan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
“Menjelang pembangunan PSEL, Kota Bogor diwajibkan memastikan arah kebijakan penanganan persampahan dari hulu ke hilir, termasuk pemilahan sampah,” katanya.
Dalam kegiatan di Kelurahan Situgede, Pemkot Bogor menggandeng berbagai pihak untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah.
“Kami bekerja sama dengan komunitas Diet Plastik, lurah, camat, RT, RW, LPM, BKM, dan OPD untuk memulai sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana memilah sampah. Dan yang paling banyak ditemukan ternyata popok bayi,” ungkapnya.
Dedie menjelaskan, popok bayi termasuk kategori residu sehingga tidak boleh dicampur dengan sampah organik seperti sisa makanan.
“Popok bayi ini masuk residu. Jadi tidak boleh dicampur dengan sisa makanan. Harus dipisahkan dan ditampung tersendiri. Nantinya, jika PSEL sudah beroperasi, jenis sampah seperti ini yang paling cepat diproses melalui pembakaran,” jelasnya.
Terkait pengelolaan sampah ke depan, Dedie menyebut keberadaan PSEL akan memberikan manfaat lebih dibandingkan metode penumpukan sampah seperti saat ini.
Baca Juga: Pemkot Bogor Percepat Pembangunan PSEL, Targetkan Operasi Awal 2028
“Kalau nanti kita sudah punya PSEL, kita punya kewajiban untuk menyetorkan sampah. Bedanya, kalau sekarang sampah hanya ditumpuk, ke depan bisa diolah menjadi energi listrik. Ini keunggulannya. Kalau ditumpuk terus, lingkungan akan rusak, tapi kalau jadi listrik, ada manfaatnya,” ujarnya.
Ia pun menekankan bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan pengelolaan sampah di Kota Bogor.
Comment