Pematangan lahan akan menjadi prioritas awal, sementara pembangunan jembatan akan memerlukan rekomendasi teknis dari Kementerian PUPR dan izin dari BBWSCC.
“Ke depan, sisanya akan kita prioritaskan. Mulai dari penyusunan DED, pembebasan lahan, pematangan lahan, sampai nantinya tahapan cut and fill untuk mewujudkan jalan alternatif yang bisa membantu mengurai kemacetan di Kota Bogor,” katanya.
Dedie Rachim menegaskan, keberadaan BIRR akan sangat penting bagi masa depan Kota Bogor. Jalan lingkar ini bukan hanya menjadi solusi mengurai kemacetan, tetapi juga membuka akses baru bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Bogor Selatan.
Baca Juga: Lakukan Mitigasi, Pemkot Bandung Gelar Simulasi Tanggap Bencana
Tinggal bagaimana ke depannya, Pemkot Bogor harus bisa mengelola anggaran yang terbatas dengan tepat, mencari dukungan dari pusat, dan menagih janji para pengembang agar target ini bisa direalisasikan secara bertahap.
“Udah kita usahakan dapat 7 km, kalau didiemin gak akan jadi apa-apa. Tapi insyaallah kami konsisten ingin mewujudkan ini secara bertahap, lambat laun tapi ada kepastian. Ini komitmen agar BIRR menjadi sebuah titik tolak kita bagaimana membuat Bogor lebih lancar ke depannya,” pungkasnya.
Comment