BOGOR, CEKLISSATU.COM – Bulan Menanam Pohon 2025 dirayakan Pemkot Bogor dengan melaukan aksi penanaman pohon bersama di area kantor pemerintahan terpadu Kota Bogor, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kamis (18/12/2025).

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, Bulan Menanam Pohon tersebut menjadi menjadi momentum penguatan komitmen pelestarian lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim.

“Dengan penanaman pohon ini, kita dorong gerakan hijau, dan lawan dampak perubahan iklim. Dengan tanam pohon juga kita dinginkan bumi,” kata Dedie Rachim.

Baca Juga: DPRD Jabar Apresiasi Program Pemulihan Hutan: Tanam Pohon Harus Disertai Perawatan dan Insentif Warga

Dedie menyebut, dampak perubahan iklim kini sudah nyata dirasakan masyarakat, contohnya hilangnya siklus panen rambutan yang biasa terjadi pada November dan Desember.

“Hari ini kita tidak sadari, bulan November, Desember tidak ada rambutan. Tidak ada yang jual rambutan di jalanan. Kenapa? Karena sudah terjadi yang namanya climate disaster,” ujar Dedie.

Menurut Dedie, fenomena kemarau basah telah merusak siklus kehidupan tanaman. Padahal, pohon rambutan membutuhkan periode kering selama dua bulan agar dapat berbuah secara normal.

Baca Juga: Eiger Adventure Land Konsisten Perkuat Ekosistem DAS, Gandeng KLH Tanam Pohon Endemik

“Pohon rambutan itu perlu dua bulan kering untuk satu siklus kehidupan yang teratur. Hari ini semuanya sudah hancur,” ujarnya.

Dedie menekankan, pentingnya peran generasi muda dalam menjaga lingkungan. Ia mengingatkan bahwa tanpa kepedulian terhadap alam, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi slogan.

“Kalau kalian, generasi muda, tidak peduli, maka jangan harap ada Generasi Emas Indonesia di tahun 2045,” tegas Dedie.

Baca Juga: Warga Tanam Pohon Digaji Rp50 Ribu dari KDM, Pemkab Bogor: Kami Baru Dengar dan Belum Tahu Anggarannya

Dalam kesempatan tersebut, Dedie mencanangkan gerakan besar penanaman pohon yang melibatkan seluruh pelajar di Kota Bogor.

Sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dirasakan penuh pada 2027, ia menargetkan 320.000 pelajar Bogor untuk menanam pohon.

“Di Kota Bogor tahun 2027 akan ada 320.000 porsi makan bergizi gratis. Itu bentuk kasih sayang pemerintah. Tapi kalian harus membalasnya dengan menanam pohon. Setiap anak harus tanam pohon,” ujarnya.

Baca Juga: Tanam Pohon di Istana Bogor, Rudy Susmanto Ajak Warga Lestarikan Alam sebagai Wujud Semangat Pahlawan

Ia meminta para guru dan kepala sekolah untuk memantau pertumbuhan pohon yang ditanam siswa secara berjenjang, mulai dari SD hingga SMA.

“Dari SD enam tahun, tanam pohon. SMP tiga tahun, tanam lagi. SMA tiga tahun, tanam lagi. Setuju?” ucap Dedie Rachim.

Tidak hanya pelajar, Dedie juga mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Kota Bogor untuk ikut serta. Total sekitar 17.000 ASN, termasuk PNS dan PPPK, diwajibkan menanam pohon.

Baca Juga: Sinergi KLH dan Eiger Adventure Land Perkuat Rehabilitasi Lingkungan Hulu, Arboretum Jadi Fokus Pengembangan

“ASN di Kota Bogor, 7.000 PNS, total 17.000 ASN, semua harus tanam pohon! Bogor Hijau, Jabar Lestari. Tolong semua Kadis, pimpinan OPD, monitor," tegasnya.

Ia menegaskan, bahwa kebijakan itu dilakukan untuk mencegah potensi bencana lingkungan seperti yang terjadi di beberapa wilayah lain di Indonesia.

“Kita tidak ingin kejadian bencana seperti di Sumatera terjadi di Bogor. Kita harus sayang sama alam,” ucapnya.

Baca Juga: Sebut Potensi Bencana di Jabar Tinggi, Dedi Mulyadi Tegaskan Larangan Penebangan Pohon dan Penambangan

Dalam kesempatan itu juga, Dedie menyampaikan terkait persoalan pengelolaan sampah.

Ia mengungkapkan rencana Pemkot Bogor untuk memulai program Waste to Energy pada 2026 sebagai langkah revolusioner penanganan sampah.

“Insya Allah tahun 2026 kita mulai program Waste to Energy. Ini lompatan besar dalam penanganan sampah,” ungkapnya.

Baca Juga: Wujudkan Kota Tangguh Bencana, BPBD Kota Bogor Ajak Warga Bebersih Sungai dan Tanam Pohon

Namun demikian, Dedie menekankan bahwa tidak semua sampah dapat diolah.

"Jadi, generasi muda dan kita semua, harus memilah sampah dari rumah," pungkasnya