BANDUNG, CEKLISSATU.COM -- Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade) menghadiri silaturahmi bersama Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah se-Jabar. Giat tersebut berlangsung penuh kebersamaan dan semangat persatuan di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (30/3/2026).

Kehadiran Bupati Bogor dalam forum ini menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi dan memperkuat kolaborasi antar pemerintah daerah guna mendorong percepatan pembangunan dan kemajuan wilayah di Jabar. 

Momentum silaturahmi ini juga dimanfaatkan guna memperkuat komunikasi serta menyatukan langkah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga: Bupati Bogor Sampaikan Laporan Pengelolaan dan Penyerapan Anggaran Tahun 2025 kepada BPK Jabar

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, kegiatan ini memiliki makna strategis dalam membangun kekuatan bersama antar daerah.

“Silaturahmi untuk mempererat sinergi dan memperkuat kolaborasi demi kemajuan daerah, bersama Gubernur Jawa Barat beserta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah se-Jawa Barat dalam suasana hangat penuh kebersamaan dan semangat persatuan,” ungkap Rudy Susmanto.

Senada, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menyampaikan, tradisi silaturahmi merupakan bagian penting dalam memperkuat kebersamaan antar jajaran pemerintah. 

Baca Juga: Lepas Santri-Santriwati Asal Kabupaten Bogor Menuju Gontor, Wabup Jaro Ade Sampaikan Pesan

Meski begitu, Dedi Mulyadi menegaskan, di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, seluruh aparatur pemerintah dituntut untuk lebih fokus pada kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Bupati Jabar 2.webp
SILATURAHMI KEPALA DAERAH: Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade) menghadiri silaturahmi bersama Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah se-Jabar. Giat tersebut berlangsung penuh kebersamaan dan semangat persatuan di halaman Gedung Sate. FOTO: DISKOMINFO

“Sebagai pemimpin yang dipilih rakyat, gagasan yang dibangun tidak boleh sekadar imajinatif, tetapi harus riil dan menjawab kebutuhan masyarakat, seperti pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan,” ujar Dedi Mulyadi.