Aksi damai ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat.
Selain sebagai bentuk perlawanan atas ketidakadilan, long march ini juga dimaknai sebagai ikhtiar kolektif yang mengedepankan dialog dan partisipasi warga dalam mencari keadilan.
“Ini bukan sekadar aksi simbolik. Anak-anak muda ini membawa dokumen, membawa harapan, dan membawa suara warga yang lelah menunggu kejelasan,” ujar Ihwan.
Para peserta long march telah mempersiapkan diri sejak beberapa pekan terakhir. Mereka berbekal logistik secukupnya serta materi audiensi yang akan disampaikan jika berhasil bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Kami hanya ingin pemerintah hadir di tengah rakyatnya. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, karena dampaknya nyata terhadap kehidupan warga,” tambah Ihwan.
Dengan semangat solidaritas dan tekad yang kuat, belasan pemuda itu melangkah menyusuri jalan dari Rumpin menuju pusat pemerintahan Jawa Barat.
Mereka berharap, langkah kaki mereka yang panjang bisa membuka pintu dialog yang selama ini tertutup.
Comment