KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM — Sosok inspiratif hadir dari Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Amelia, seorang perempuan yang aktif di Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), sukses membuka lahan budidaya sorgum secara mandiri seluas 5.000 meter persegi.
Langkah Amelia tidak sekadar bertani, tetapi menjadi bentuk nyata dari pemberdayaan masyarakat desa melalui sektor pertanian berkelanjutan.
Ia memilih sorgum karena dinilai memiliki nilai ekonomi dan fungsional yang tinggi.
"Kita memilih sorgum karena banyak kelebihannya. Cukup satu kali tanam, tapi bisa panen dua sampai tiga kali," ungkap Amelia kepada ceklissatu.com, Selasa (05/08/2025).
Baca Juga: Sorgum: Potensi Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Ketahanan Pangan
"Selain itu, batang pohonnya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti silase," tambah Amelia.
Amelia mulai membuka lahan sejak April lalu. Meski lahan sudah berhasil ditanami, ia mengaku masih terkendala dalam hal peralatan karena masih menggunakan alat-alat pertanian manual.
"Alat masih sangat terbatas. Kita bersihkan lahan, potong ilalang, hingga membajak tanah hanya dengan hand traktor. Belum ada alat modern yang bisa mempercepat dan memudahkan kerja kami," tuturnya.
Upaya Amelia sejalan dengan semangat pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan melalui komoditas alternatif.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan di Sukajaya Bogor, Hektaran Lahan Bakal Ditanami Sorgum
Wakil Menteri Desa dan PDT, Ahmad Riza Patria, dalam acara peluncuran Mandiri Sahabat Desa di Kecamatan Jasinga beberapa waktu lalu, menyampaikan bahwa sorgum bukan hanya pengganti pangan, tetapi simbol kemandirian desa.
“Sorgum adalah cermin kemandirian desa. Melalui budidaya sorgum, kita bukan hanya menanam benih pangan, tetapi juga benih harapan, kedaulatan, dan kemajuan desa,” ucap Ahmad Riza Patria.
Ia menyebutkan, gerakan ini adalah wujud nyata gotong royong lintas sektor dalam membangun desa, yang dikenal sebagai kolaborasi octahelix melibatkan dunia usaha, perbankan, komunitas, dan masyarakat desa.
“Inilah bukti bahwa membangun desa adalah tanggung jawab kolektif bangsa,” tegasnya.
Semangat Amelia menjadi potret kecil dari upaya besar mewujudkan desa yang mandiri dan tangguh, serta memperlihatkan bagaimana satu langkah berani dari warga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Comment