BOGOR, CEKLISSATU.COM – Pemadaman air bersih oleh Perumda Air Minum Tirta Kahuripan tanpa pemberitahuan yang jelas kembali terjadi dan berdampak besar bagi warga Perumahan Telaga Kahuripan, Kemang, Kabupaten Bogor.
Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa mengantre sejak subuh untuk mendapatkan air bersih.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga membawa berbagai wadah seperti galon, ember, dan jeriken demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Aktivitas ini sudah berlangsung sejak dini hari karena air Perumda Air Minum Tirta Kahuripa tidak mengalir sama sekali ke rumah-rumah warga.
Ketua Forum Solidaritas Warga Telaga Kahuripan, Danny Sukma menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pelayanan Perunda Air Minum Tirta Kahuripan.
Menurutnya, pemadaman air tanpa pemberitahuan ini bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah berulang kali dialami warga.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Landa SMPN 2 Citeureup, BPBD Salurkan 5.000 Liter Air
"Kami sangat kecewa. Pemadaman air ini bukan kejadian baru, sudah sering terjadi. Yang paling disayangkan, tidak ada pemberitahuan yang jelas, baik dari PDAM maupun dari pihak pengelola perumahan,” ujar Danny.
Warga menilai buruknya komunikasi dan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan sangat merugikan warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, dan ibadah.
Lebih lanjut, Danny menjelaskan, bahwa hingga saat ini pihak pengelola Perumahan Telaga Kahuripan juga tidak memberikan informasi resmi terkait penyebab maupun durasi pemadaman air tersebut.
Baca Juga: Krisis Air Bersih di Desa Tapos, Polres Bogor Bangun Sumur Artesis untuk Warga
Kondisi itu membuat warga semakin resah dan merasa diabaikan.
Sebagai bentuk protes dan upaya mencari kejelasan, tokoh masyarakat Telaga Kahuripan berencana akan mengirimkan surat somasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dan pengelola perumahan.
"Kami akan menempuh langkah resmi. Jika tidak ada kejelasan dan perbaikan layanan, somasi akan kami kirimkan sebagai bentuk tuntutan tanggung jawab,” tegas Danny.
Baca Juga: Atasi Kekeringan di Desa Hambalang, BPBD Kabupaten Bogor Distribusikan Lima Ribu Liter Air Bersih
Warga berharap Perumda Tirta Kahuripan dapat segera memperbaiki pelayanan serta memberikan informasi yang transparan agar kejadian serupa tidak terus terulang di masa mendatang.
“Air bersih merupakan kebutuhan vital, dan gangguan distribusi tanpa kejelasan dinilai sangat merugikan masyarakat,” katanya.
Comment