BOGOR, CEKLISSATU— Pihak Sekolah SMK Pelita Ciampea mengaku bahwa adanya aksi tawuran itu bahwa Siswanya saat hendak tawuran di serang SMK Pandu.
“Kalau siswa Pelita itu gak bawa sajam, yang bawa sajam itu pelajar SMK Pandu dan saat itu siswa kami mau pulang di serang,”kata Ahmad Sihotang salah satu Guru SMK Pelita Ciampea kepada wartawan, Rabu 10 Agustus 2022.
Sihotang menjelaskan jadi kejadian sebenarnya pelajar SMK Pandu itu tidak membawa sajam mereka hendak pulang sekolah namun tiba tiba diserang.
“Jadi sebelum tawuran SMK Pandu pelajarnya itu mabok dulu minum ciu yang mereka beli dua botol baru mereka konvoi dan mereka bolos tidak masuk sekolah, lalu saat Pelita kpulang 12 .30 WIB pelajar SMK Pandu membawa cerulite sampai sampai pelajar SMK Pelita ada yang terguling anak Pelita di dorong mereka membawa cerilute naik truk. Jadi buka tawuran penyerangan ke SMK Pelita,”katanya.
Baca Juga : Pol PP Ciampea Amankan Pelajar Pelita dan Pandu Hendak Tawuran Pakai Sajam
Sihotang menjelaskan untuk pelajar SMK Pelita itu malah jadi korban penyerangan dan tidak ada yang diamankan.
“Mereka gak bawa sajam mau pulang diserang dan gak diamankan mereka anak baik baik,”ungkapnya.
Sementara itu Kanit Pol PP Kecamatan Ciampea Suryadi mengatakan, setelah berhasil mencegah dan mengamankan pelajar itu berserta senjata tajam. Selanjutnya, anggota Pol PP menghubungi pihak sekolah masing masing bahkan kepala desa dimana pelajar itu tinggal.
Hal itu dilakukan kata Ego untuk memberikan efek jera dan mengingatkan kepada pelajar yang hendak tawuran membawa sajam itu agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.
“Kita juga imbau pihak sekolah untuk melakukan pembinaan kepada para pelajarnya yang kerap melakukan tawuran.”ungkapnya
Penulis Cepi
Comment