BOGOR, CEKLISSATU--Jelang akhir tahun 2022, beberapa proyek jalan di wilayah Kabupaten Bogor banyak yang mangkrak, bahkan ada proyek yang baru mencapai progres dibawah 50 persen sampai diputus kontrak.
Pembangunan jalan yang belum berjalan, seperti proyek betonisasi Tenjolaya baru mencapai 41 persen. Sedangkan, pengerjaan lain berada di wilayah Kecamatan Rumpin sampai saat ini sudah hampir dua bulan tak ada kegiatan pekerjaan.
"Untuk proyek Cinangneng Tenjolaya sudah diputus kontrak terhitung hari Rabu (14/12) karena menggunakan dana alokasi khusus (DAK), sedangkan pekerjaan yang masih berjalan Cihideung Situ Daun Gunung Malang," kata Pengamat Jalan dan Jembatan Kelas A wilayah IV Ciampea Iyan Fitriawan ketika dikonfirmasi, Senin 19 Desember 2022.
Baca Juga : SK Terbit, 56.358 Guru Bakal Dapat Tunjangan Khusus
Iyan mengaku, saat ini pembangunan betonisasi yang masih berjalan di wilayah Ciampea satu titik lagi, karena sisanya sudah selesai semua.
"Yang diputus kontrak hanya sampai 41 persen dengan anggaran 6 miliar, kemudian untuk titik lain dengan nilai kontrak 3 miliar lebih masih berjalan ditargetkan 24 Desember 2022," ucapnya.
Dia juga optimis satu minggu ini bisa selesai sesuai waktu karena sudah dilakukan perpanjangan, yang harusnya rampung awal Desember.
"Seharusnya proyek Cihideung Situ Daun dengan panjang 2 kilometer selesai 5 Desember tapi sekarang diberikan perpanjangan, tapi tetap kami menyebutnya kedua pekerjaannya minus," kata Iyan.
Comment