SUKABUMI, CEKLISSATU - Puluhan perahu milik nelayan di Surade, pesisir Selatan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat rusak hingga karam dihantam gelombang tinggi.
Ambari, salah satu nelayan di Pantai Minajaya menyebutkan jumlah perahu yang terdampak gelombang tinggi tersebut mencapai 71 unit.
"71 perahu nelayan yang terdampak karena rusak berat, karam, maupun hilang," kata Ambari, Rabu 25 Mei 2022.
Untuk rinciannya yakni hilang sebanyak 36 unit dan rusak berat sekitar 35 unit dan kemungkinan jumlahnya masih akan terus bertambah.
Peristiwa gelombang laut sendiri mulai terjadi sejak Selasa pukul 03.00 WIB dini hari. Saat itu banyak perahu yang ditambatkan dan mayoritas para nelayan serta pemiliknya tengah terlelap tidur.
Para nelayan dikejutkan dengan kondisi perahu mereka yang sudah hancur akibat diterjang gelombang saat bangun tidur. Sebagian nelayan lainnya langsung mencari perahunya yang hilang karena terseret arus laut ataupun karam karena dihantam ombak.
Hingga saat ini, nelayan setempat masih melakukan pendataan terkait dengan musibah itu, termasuk Ambari yang perahunya belum ditemukan sebanyak 4 unit.
"Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini, namun hampir seluruh nelayan tidak bisa mencari ikan akibat kejadian ini," kata dia dilansir Antara.
Akibat gelombang tinggi, para nelayan kini tidak berani melaut karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bahkan hingga siang ini gelombang laut di Pantai Minajaya masih tinggi.
Terpisah, Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD), Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri menjelaskan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) bahwa perairan lepas di kawasan Sukabumi hingga Cianjur Selatan sedang mengalami gelombang tinggi 4 sampai 6 meter.
Sedangkan untuk tinggi gelombang di pantai mencapai 1,5-2 meter. Kondisi gelombang tinggi ditambah angin kencang dengan kecepatan 2-15 knot tentunya membahayakan nelayan yang mencari ikan dengan menggunakan perahu kecil atau tradisional, salah satunya congkreng.
"Antisipasi terjadinya kecelakaan laut, kami pun sudah menyiagakan personel yang kapanpun siap diterjunkan untuk melakukan operasi SAR, serta berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya," katanya.
Okih juga mengimbau kepada para nelayan di Minajaya dan sekitarnya sementara waktu untuk tidak melaut, demi keamanan dan keselamatan di tengah fase terjadinya gelombang tinggi dari laut lepas.
Comment