BOGOR, CEKLISSATU - Warga Kampung Muara Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mengeluhkan adanya aktivitas cut and fill di wilayah itu. Pasalnya, proyek hotel itu telah menimbulkan dampak banjir lumpur hingga merendam rumah warga.
Warga khawatir kejadian kembali terulang mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Puncak. Sementara pihak pengembang hotel hingga saat ini enggan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
"Kejadiannya 12 September kemarin, banjir lumpur setinggi 30 sentimeter merendam rumah kami," kata M Zikri Abdl Fahmi, warga terdampak, Kamis 22 September 2022.
Akibat diterjang banjir lumpur, harta benda seperti barang-barang elektronik, kasur, lemari, kursi dan lainnya terendam.
"Selama saya tinggal disini 20 tahun, baru kali ini terjadi," tuturnya.
Tak hanya itu, getaran alat berat yang melakukan aktivitas perataan tanah juga menyebabkan dinding rumah warga mengalami retak.
"Bukan banjir lumpur saja, banyak rumah warga juga yang retak. Selama puluhan tahun tinggal disini baru kali ada kejadian. Dan pihak kontraktor maupun pengembang belum ada yang bertanggungjawab," terangnya.
Kasi trantib Kecamatan Cisarua, Efendi mengaku sudah mengecek lokasi warga yang terdampak banjir lumpur.
Efendi mengatakan pembangunan tersebut belum berizin. Sesuai dengan aturan, pembangunan tersebut harus dilengkapi beberapa perizinan yang terkait
"Belum selesai izinnya," tutur kepada wartawan.
Sementara itu, Camat Cisarua Ivan Pramudya mengatakan, sudah meminta Kepala Desa Cikopo untuk membuat laporan jika ada warga yang dirugikan akibat dampak cut and fill tersebut.
"Setahu saya untuk izin lingkungannya sudah ada. Tapi izin lainnya masih kita minta, saya belum tahu," kata dia.
Dede, perwakilan proyek berdalih bahwa pihak pengembang hanya melakukan aktivitas perataan dan pemadatan lahan saja. Belum ada rencana membangun hotel di atas lahan tersebut.
"Perusahaan belum akan membangun, hanya dirapihkan, ratakan saja tanahnya," ujarnya.
Comment