JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Pemprov DKI Jakarta dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) kembangkan Kota Tua sebagai pusat seni baru untuk mendukung Jakarta yang berbudaya dan inklusif.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berharap IKJ dapat lebih sering berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni dan budaya pada tahun mendatang, termasuk di kawasan Kota Tua.
Langkah itu sejalan dengan upaya Pemprov DKI bersama pemerintah pusat yang berencana menjadikan Kota Tua sebagai pusat dan etalase pengembangan seni budaya Jakarta.
Pramono Anung, menegaskan pentingnya peran seni dan budaya dalam memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang berkarakter.
"Wajah Jakarta akan semakin menarik bila kekayaan budayanya dapat ditampilkan secara tertata, rapi, dan mampu menjadi pesona bagi setiap orang yang berkunjung," kata Pramono dikutip dari keterangannya, Rabu (5/11/2025).
Pramono juga menyoroti perlunya pembenahan ekosistem seni di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), termasuk di dalamnya Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Baca Juga: Wujudkan Zero Accident, DKI Jakarta Mantapkan Strategi Keselamatan Kerja di Semua Sektor Usaha
Menurutnya, kawasan tersebut harus dibangun menjadi ruang yang lebih terbuka, nyaman, dan menghadirkan kesan positif bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang.
Selain itu, ia meminta pihak kampus IKJ menyiapkan rancangan penataan atau blueprint ekosistem yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan seni dan pendidikan kreatif di Jakarta.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi IKJ dan TIM sebagai pusat aktivitas seni yang dinamis di ibu kota.
"Saya akan meminta kepada Balai Kota untuk mulai melihat, membangun ekosistem yang ada di Taman Ismail Marzuki ini, termasuk di dalamnya ada IKJ menjadi lebih terbuka, lebih rapi, lebih nyaman, dan bagi siapapun yang datang, orang akan mempunyai kesan yang baik," ujar Pramono.
Dikatakan Pramono, kondisi di kampus IKJ sendiri saat ini masih belum tertata dengan baik.
Karena itu, ia meminta Rektor IKJ untuk menyiapkan blueprint penataan ekosistem yang diharapkan akan memberikan manfaat baik bagi IKJ.
Sementara itu, Rektor IKJ, Syamsul Maarif menambahkan, IKJ akan menyiapkan masterplan untuk menjadikan Kota Tua sebagai etalase dan panggung bagi kesenian yang ditampilkan.
"Jadi kita mau bikin masterplan IKJ termasuk Kota Tua, mungkin nanti difungsikan sebagai etalasenya IKJ dan bagian dari Pemprov DKI dalam menyongsong 500 tahun ulang tahun DKI" ucapnya.
Selain itu, Syamsul juga meminta dukungan Pemprov DKI Jakarta untuk melanjutkan pembangunan gedung di Fakultas Seni Rupa yang sempat mangkrak.
Ia juga mengusulkan pembukaan akses yang akan menjadikan IKJ dan TIM sebagai satu ekosistem yang kuat.
"Jadi kalau akses-akses ini dibuka, maka TIM menjadi satu ekosistem dan IKJ ada di dalamnya. Jadi Akademi Jakarta, kemudian Dewan Kesenian Jakarta, dan itu dikelola oleh Dinas Kebudayaan yang menjadi anchor-nya," tandas Syamsul.
Syamsul juga mengusulkan agar dana abadi kebudayaan dari Pemprov DKI bisa diberikan untuk mendukung pengembangan seni dan budaya di IKJ.
Comment