JAKARTA, CEKLISSATU - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pembangunan Istana Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, membutuhkan dana konstruksi senilai Rp 2 triliun.

"Kalau itu istananya saja Rp2 triliun, dengan desain Burung Garuda karya Nyoman Nuarta yang memenangkan sayembara," kata Basuki saat meninjau renovasi dan beautifikasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Selasa 7 Juli 2022.

Anggaran tersebut merupakan bagian dari total Rp 6 triliun untuk membangun kompleks Istana Kepresidenan keseluruhan yang mencakup tiga komponen yakni kantor presiden, kediaman presiden, beserta bangunan perangkat pendukung lainnya.

"Untuk yang ditenderkan tiga-tiganya, totalnya sekitar Rp6 triliun," ucap Basuki. 

Pembangunan Istana Presiden akan dimulai setelah land development atau pengembangan lahan tuntas dengan kontrak mulai 15 Juli 2022.

"Land development itu hasilnya kavling, ini kementerian apa, ini Istana, ini Wapres," terang Basuki.
Dengan begitu, ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke IKN nantinya sudah dapat memberikan instruksi akan dibangun apa kavling tersebut.

Baca Juga : Kepada Jokowi, Vladimir Putin Tertarik Bangun Infrastruktur di IKN Nusantara

Dilansir dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PUPR, untuk tender pembangunan bangunan gedung Istana Negara dan Lapangan Upacara pada Kawasan Istana Kepresidenan di IKN memiliki nilai pagu paket Rp1,5 triliun yang telah diikuti sebanyak 292 peserta. Tender proyek itu ditargetkan akan memasuki tahapan penandatanganan kontrak pada 9 September 2022.

Sementara itu, tender pembangunan bangunan Gedung Kantor Presiden pada Kawasan Istana Kepresidenan di IKN telah mulai ditender sejak 17 Juni 2022 dengan nilai pagu paket Rp1,93 triliun yang akan menyerap anggaran APBN. Tender proyek ini pun telah diikuti 372 peserta yang juga ditargetkan untuk penandatanganan kontrak pada 9 September 2022.

Selanjutnya, pada 7 Juli 2022 Kementerian PUPR juga telah membuka tender untuk pembangunan Bangunan Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung pada Kawasan Istana Kepresidenan di IKN dengan nilai pagu paket Rp1,38 triliun. Tender proyek ini pun telah diikuti sebanyak 90 peserta yang ditargetkan untuk penandatanganan kontrak pada 6 Oktober 2022.

Selain itu, terdapat tender untuk manajemen konstruksi pembangunan Bangunan Gedung Istana Negara dan Lapangan Upacara pada Kawasan Istana Kepresidenan senilai Rp32,83 miliar, manajemen konstruksi pembangunan Bangunan Kantor Presiden pada Kawasan Istana Kepresidenan senilai Rp42,1 miliar, serta manajemen konstruksi pembangunan Bangunan Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung pada Kawasan Istana Kepresidenan senilai Rp26,35 miliar.