BOGOR, CEKLISSATU -  Pj Bupati Bogor, Asmawa Tossepu mengatakan, usai pembongkaran bangunan liar di Kawasan Puncak, perlu adanya penataan yang lebih komprehensif.

untuk itu, Asmawa mengumpulkan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor serta mengundang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan stakeholder terkait, di Rest Area Gunung Mas Puncak, Minggu 7 Juli 2024.

Asmawa menjelaskan, Pemkab Bogor bersama stakeholder terkait dan Kementerian PUPR melaksanakan konsolidasi dalam rangka pemetaan permasalahan, kebutuhan dan solusi atas penataan Kawasan Puncak secara keseluruhan.

Baca Juga : Tata Kawasan Puncak, Pemkab Bogor Siapkan 341 Titik PJU dari Gadog hingga Warpat

“Rest area adalah bagian kecil dari penataan Kawasan Puncak, oleh karena itu pada hari ini masing-masing perangkat daerah dan stakeholder terkait akan melakukan pemetaan. Sehingga kita punya rumusan secara komprehensif, dan akan kita laporkan secara berjenjang. Dengan begitu secepatnya kita lakukan penataan secara menyeluruh,” jelas Asmawa.

Asmawa melanjutkan, dengan pemetaan tersebut, maka apa yang menjadi kewenangan dari Pemprov Jawa barat akan langsung dilaporkan kepada Gubernur, sedangkan kewenangan pemerintah pusat akan langssung dilaaporkan ke kementerian/lembaga yang ada di pusat, baik itu Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan dan lain sebagainya.

“Konsolidasi hari ini, tentu ini dalam rangka mempercepat penataan Kawasan Puncak secara komprehensif atau menyeluruh,” ujar Asmawa.

Baca Juga : Soal  Penataan Kawasan Puncak, Pj Bupati Bogor Sampaikan Ini ke Kementerian PUPR

Asmawa mengungkapkan, Kementerian PUPR menyatakan sudah punya program untuk penataan Kawasan Puncak tahun 2024, jadi eksekusinya dilakukan tahun ini. 

“Penataan Kawasan Puncak ini sudah menjadi perhatian nasional, kita bersyukur kebijakan Pemkab Bogor disupport oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” ungkap Asmawa.

Asmawa menambahkan, terkait pengisian kios di Rest Area Gunung Mas Puncak, pihaknya memberikan dispensasi kepada pedagang yang sudah memegang kunci selama satu minggu ke depan untuk segera mengisi.

Baca Juga : Pasca Penertiban PKL di Puncak, 940 Ritasi Kendaraan untuk Membersihkan Hasil Bongkaran Puing dan Kayu

Jika tidak diisi, ia sudah meminta kepada PT Sayaga, sebagai pengelola, untuk memberikan kepada pedagang lainnya yang sudah tercatat di dalam daftar antrian pengisian kios.

“Sebetulnya batas akhir pengisian kios di Rest Area Gunung Mas Puncak itu hari ini, namun Pemkab Bogor memberikan kebijaksanaan, selama satu minggu setelah hari ini, jika mereka tidak mengisi kiosnya, maka akan diberikan kepada pedagang lainnya yang sudah ada dalam daftar tunggu,” tutup Asmawa.