BOGOR, CEKLISSATU - Pengerjaan perbaikan jalan amblas di Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor hampir rampung. Progres pengerjaan kini sudah mencapai 84 persen.
Dijadwalkan, ruas jalan yang menghubungkan ke Cilebut tersebut bisa kembali dilaluli kendaraan secara normal mulai senin pekan depan, 14 November 2022.
Namun, sementara waktu hanya untuk roda dua dan empat dengan sistem satu jalur dari arah jalan sholeh Iskandar-Cilebut dan Cilebut-Kebon Pedes.
Walikota Bogor, Bima Arya menuturkan, untuk perbaikan jalan tersebut sudah selesai. Hanya tinggal pembangunan trotoar yang masih belum selesai.
"Jadi minggu depan setengah dibuka dulu. Bisa roda dua bisa roda empat. Kemudian minggu depannya lagi dibuka full, sambil perapihan di pedestrian," Ujar Bima saat meninjau perbaikan jalan Sholeh Iskandar, Kamis 10 November 2022.
Baca Juga : Hari Pahlawan, Bima: Mari Bekerja Dengan Hati dan Berantas Korupsi
Bima juga mengungkapkan pihaknya akan menyiapkan petugas dari Dishub dan Polantas saat jalur itu dibuka kembali.
"Jadi pembukaan ini tidak menunggu selesainya turap atau bronjong tadi. Itu mungkin selesai akhir tahun, tapi ini bisa dua minggu lagi kita buka," tandas Bima.
Sementara itu, PPK 573 Provinsi Jabar BBPJN DKI Jakarta-Jabar, Rendra Yudhi menyebutkan progres pengerjaan perbaikan jalan kini mencapai 84 persen.
Namun pada saat jalur dibuka kembali, semrntara waktu kendaraan yang melintas di atas underpass menuju Cilebut atau Kebon Pedes dibatasi.
“Sebenarnya semua jenis kendaraan sudah bisa masuk, termasuk truk sudah bisa lewat,” kata Rendra.
“Tapi karena kita masih melakukan pekerjaan di satu lajur, kita sarankan untuk kendaraan kecil dulu biar tidak menganggu lalulintas, bukan karena strukturnya tapi karena lalu lintasnya,” sambungnya.
Rendra menjelaskan penyebab jalan itu amblas. Menurutnya karena ada penurunan tanah. Kemungkinan, disebabkan dari air lintasan atau run off sehingga menyebabkan terjadinya penurunan tanah.
“Kemungkinan disebabkan dari air lintasan sehingga ada penurunan tanah, kurang lebih seperti itu,” imbuh dia.
“Seharusnya sudah tidak terulang karena kan timbunan tanahnya sudah kita ganti dengan pondasi, seharusnya tidak terulang karena sudah diganti dengan bagian struktur,” ujarnya
Comment