JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Di tengah tantangan rendahnya literasi digital dan keterbatasan alat produksi, Kementerian UMKM menggulirkan strategi hilirisasi berbasis teknologi digital sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing usaha kecil.
Langkah itu menjadi bagian dari agenda prioritas RPJMN 2024–2029 yang menempatkan digitalisasi sebagai tulang punggung transformasi UMKM.
Asisten Deputi Bidang Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Ali mengatakan, digitalisasi harus dimaknai sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi produksi, manajemen rantai pasok, hingga sistem traceability produk yang kini menjadi standar global.
Baca Juga: Dorong UMKM Daftarkan Merek Dagang, Kemenkum: Dari Nama jadi Nilai
"UMKM Go Digital selama ini sering dipersepsikan hanya sebatas pencatatan keuangan dan pemasaran online. Padahal, digitalisasi juga berperan vital dalam memperkuat hilirisasi, mulai dari pencatatan produksi, distribusi bahan baku, sampai memastikan produk kita memenuhi standar internasional," kata Ali dikutip dari keterangannya, Minggu (14/9/2025).
Ia juga mengakui tantangan digitalisasi UMKM masih besar, mulai dari rendahnya literasi digital, keterbatasan investasi alat produksi, hingga kebutuhan pendampingan teknis yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, Kementerian UMKM menekankan pentingnya membangun ekosistem digital yang inklusif dan kolaboratif, melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta komunitas pengusaha UMKM.
Baca Juga: Dua Pekan Ekonomi UMKM Lesu, Otoy: Bisa Mutar Modal Saja Sudah Bersyukur
"Saat ini mayoritas UMKM masih mengandalkan peralatan manual atau semi-manual, sehingga produktivitasnya rendah. Melalui teknologi digital, kita ingin mendorong percepatan hilirisasi agar produk UMKM memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," kata Ali.
Dalam implementasinya, Kementerian UMKM juga sedang menyiapkan sebuah platform digital berbasis Public-Private Partnership yang akan bersinergi dengan LLP-KUKM (SMESCO) sebagai Badan Layanan Umum Kementerian UMKM.
Platform tersebut ditujukan untuk memberikan akses yang lebih luas, meningkatkan efisiensi, sekaligus mendorong UMKM naik kelas.
Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing UMKM, Dosen Universitas Djuanda Terapkan Strategi INSEG di Bogor
"Harapan kami, platform ini dapat menjadi tulang punggung bagi ekosistem digital UMKM yang inklusif dan kolaboratif, sehingga para pelaku usaha kecil bisa lebih mudah mengakses teknologi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pasar," tutup Ali.
Comment