JAKARTA, CEKLISSATU – Awal pekan ini perdagangan ceria, indeks saham gabungan (IHSG) dibuka menguat mendekati level 7.100, Senin 24 Oktober 2022).
Pekan lalu IHSG mencatat apresiasi nyaris 3%, walau asing net sell Rp 600 miliar.
IHSG terpantau naik 0,27% ke 7.036,51 pada pembukaan perdagangan. Selang 5 menit, IHSG tercatat lanjut melesat 0,6% ke 7.060,25.
Bursa saham AS (Wall Street) mampu mencatat kinerja mingguan terbaik sejak Juni. Pada Jumat (21/10/2022) pekan lalu, ketika indeks utama bahkan melesat lebih dari 2%.
Indeks Dow Jones memimpin penguatan sebesar 2,5% le 31.082,56, disusul S&P 500 sebesar 3,4% ke 3.752,75, dan Nasdaq 2,3% ke 10.859,72.
"Saya pikir sepekan sebelumnya pasar oversold secara teknikal. Dan kita sudah melihat berkali-kali di masa lalu, ketika sesuatu cukup negatif, maka akan muncul rebound," kata Randy Frederick, direktur pelaksana trading dan derivatif di Schwab Center for Finansial Research, Jumat (21/10/2022).
Kenaikan tersebut juga dipicu dengan kemungkinan pelambatan laju kenaikan suku bunga bank sental AS (The Fed).
Wall Street yang melesat pada perdagangan Jumat pekan lalu tentunya membuka peluang penguatan IHSG pada Senin (24/10/2022).
Apalagi penguatan tersebut terjadi setelah Wall Street Journal (WSJ) melaporkan beberapa pejabat The Fed mulai mengisyaratkan keinginan mereka untuk memperlambat laju kenaikan segera.
Comment