JAKARTA, CEKLISSATU – Perkembangan era digital membuat perkembangan bisnis e-commerce juga menjadi salah satu pilihan.
Indonesia berhasil menjadi pemain utama dalam ekonomi digital ASEAN.
Alasannya, sekitar 40 persen dari nilai total transaksi ekonomi digital ASEAN berasal dari Indonesia.
Untuk meningkatkan bisnis di e-commerce, ada beberapa tips aman dan cerdas yang dapat dilakukan.
Sekretaris Prodi Manajemen Agribisnis SV IPB University, Intani Dewi membagikan tips menjadi penjual yang cerdas di e-commerce.
Baca Juga : Potensi e-Commerce yang Tinggi, Mendorong Kreatif dan Produktif di Dunia Digital
Di antaranya, aktif di media sosial (medsos), jeli melihat peluang, dan mengutamakan kepuasan pelanggan.
“Selain itu menjual produk yang diminati, dan menjaga kualitas produk,” ujarnya dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Cerdas dan Aman Memanfaatkan Lokal Pasar E-Commerce, Jumat 26 Mei 2023.
Menurutnya, e-commerce dapat mendorong kreatifitas penjual secara cepat dan tepat. Pendistribusian informasi yang disampaikan juga berlangsung secara periodik, menciptakan efesiensi yang tinggi, murah serta informatif.
“E-Commerce dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan pelayanan yang cepat, mudah, aman dan akurat,” ujar dia.
Sementara itu Anggota Komisi I DPR RI, Krisantus Kurniawan menjelaskan, industri e-commerce berkembang sangat pesat di Indonesia.
Pada tahun 2018, e-commerce di Indonesia memiliki pertumbuhan 78 persen.
Adapun manfaat e-commerce yaitu memiliki jangkauan luas, tidak dibatasi oleh waktu, biaya yang lebih murah, tidak perlu stok barang, dan bisa kerja dimanapun.
Kehadiran e-commerce sebagai distribution channel baru harus diapresiasi. Selain memberikan begitu banyak kemudahan bagi pembeli, e-commerce juga memiliki banyak fitur yang dapat digunakan penjual untuk mengembangkan bisnis mereka.
“Tetapi, kemunculan ecommerce juga menghadirkan masalah baru. Price-war dan price-discrimination merupakan dua bentuk masalah yang muncul sejak kehadiran e-commerce,” jelasnya.
Terakhir, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara beraktivitas dan bekerja.
Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat ini semakin mempertegas era disrupsi teknologi.
Untuk mengahadapi hal tersebut, semua pihak harus mempercepat kerjasama dalam mewujudkan agenda trasformasi digital Indonesia.
“Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi,” tutup dia.
Comment