BANDUNG, CEKLISSATU – Kurang lebih 12 hari lagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan menggelar Debat Publik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat tahun 2024.

Pada debat ini, KPU Jabar akan mengangkat tiga tema, dan bakal berlangsung tiga kali di tempat yang berbeda.

Terkait hal ini, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar, Hedi Ardia menyebutkan bahwa tema debat public Pilgub Jabar 2024 terbagi menjadi tiga.

Pertama, meliputi Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, serta kelanjutan reformasi birokrasi.

Baca Juga : Buka Debat Publik Perdana: Rudy Susmanto-Jaro Ade dan Bayu Syahjohan-Musyafaur Rahman Beberkan Visi Misi

Kedua, meliputi industry kreatif, lingkungan, budaya, dan moderasi beragama.

"Tema ketiga mengenai pembangunan, layanan publik, dan infrastruktur," ungkap Hedi Ardia kepada wartawan, seperti dikutip, pada Selasa (29/10/2024).

Kemudian lanjutnya, debat publik Pilgub Jabar 2024 akan digelar tiga kali di tiga lokasi yang berbeda.

Debat publik pertama akan digelar pada 11 November 2024 di Bandung, yang rencananya bertempat di Universitas Padjajaran (Unpad).

Baca Juga : KPU Kabupaten Bogor Pastikan Debat Paslon Bupati dan Wakil Bupati Digelar 26 Oktober 2024

"Lalu pada 17 November di Cirebon. Dan ketiga pada 23 November terakhir itu di Kabupaten Bogor," terangnya.

Menurutnya, KPU sengaja menggelar debat public Pilgub Jabar 2024 mendekati masa tenang.

Alasannya, KPU ingin hasil pelaksanaan debat publik Pilgub Jabar dapat menjadi referensi bagi para pemilih, terutama yang baru mempunyai hak pilih. 

"Kami pilih waktu untuk pelaksanaan debat ini mendekati hari tenang agar menjadi referensi pemilih pada saat memilih di TPS," tegasnya.

Baca Juga : KPU Batasi Pengeluaran Dana Kampanye Paslon di Pilgub Jabar 2024, Maksimum Rp150 Miliar

Pihaknya berharap, pelaksanaan debat Pilgub Jabar mampu meningkatkan angka partisipasi pemilih dibanding sebelumnya.

Selain itu, pemilih rasional du Jabar dapat meningkat seiring pelaksanaan debat public Pilgub Jabar 2024.

"Targetnya 76 persen, naik dua persen dari Pilkada sebelumnya. Kami berharap semakin banyak pemilih rasional di Jawa Barat, karena pemilih bisa menilai kapasitas atau kompetensi paslon serta mempelajari visi misinya," pungkasnya.