BOGOR, CEKLISSATU - Ratusan siswa-siswi SD Negeri 2 Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, terpaksa harus melaksanakan kegiatan belajar melalui daring atau secara online. Sebab, ruang kelas mereka yang selama ini sebagai tempat kegiatan belajar, terendam air akibat ambruknya tembok kolam milik warga setempat, Selasa (10/9) malam tepatnya sekitar pukul 19.30 WIB.
Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 2 Cisarua, Sri Suryani mengatakan, hujan deras yang terjadi pada Selasa dari sore hingga malam, membuat air kolam ikan yang ada didepan sekolah meluap hingga menjebol tembok sekolah.
Kepsek menjelaskan, di sekolah nya hanya memiliki tiga ruang kelas belajar dan satu ruang guru, sehingga saat terjadi bencana tersebut semua ruang kelas terendam banjir.
"Karena semua ruang kelas terendam air, untuk sementara sebanyak 130 siswa belajar melalui daring. Kemungkinan sampai hari Jumat kegiatan belajar dengan cara daring," ungkapnya kepada wartawan saat dikonfirmasi di SD Negeri 2 Cisarua, Rabu (11/9).
Baca Juga : Tusuk Keponakan Gegara Tak Terima Ditegur, Pria Asal Parung Diringkus Polisi
Sri mengaku, setelah kejadian bencana tersebut, seluruh stakeholder yang ada di Kelurahan Cisarua maupun Kecamatan Cisarua, langsung melakukan evakuasi di lokasi sekolah. Bahkan, penanganan yang dilaksanakan warga bersama aparat pemerintahan di Cisarua dan unsur lainnya, terus berlanjut hingga kondisi ruang kelas tidak lagi terendam air.
"Ada yang mengevakuasi reruntuhan tembok kolam dan pagar sekolah. Ada juga yang mengevakuasi air didalam ruang kelas agar kering," paparnya.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari warga maupun para guru yang dulu sempat bertugas dan mengajar di sekolah ini, kejadian serupa sudah pernah terjadi pada tahun 2010 lalu.
"Kalau dulu kejadiannya air dari saluran drainase masuk kedalam kelas saat curah hujan tinggi," jelas Sri.
Meskipun dalam kejadian ini pihak pemilik kolam ikan akan bertanggungjawab, namun Sri minta agar pemilik kolam lebih memperhatikan kualitas pembangunan agar ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini.
"Mudah-mudah evakuasi bencana cepat selesai dan tembok sekolah dibangun kembali oleh pemilik kolam," harapnya.
Sementara, nampak terlihat pengurus RW Kelurahan Cisarua bersama unsur bencana lainnya bekerjasama melakukan evakuasi. Saat melaksanakan evaluasi, perwakilan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Bidang sarana prasarana (Sarpras), datang ke lokasi sekolah dengan membawa meteran untuk mengukur volume kerusakan bangunan tembok yang ambruk.
"Begitu mendapat laporan, kami dari Sarpras Disdik langsung kesini. Rencana nya kondisi bangunan yang rusak langsung dilakukan pengukuran, tapi saat datang ke lokasi Alhamdulillah dari pemilik kolam siap bertanggungjawab," tukas Iwan, staf Sarpras Disdik Kabupaten Bogor saat di lokasi SD Negeri 2 Cisarua.
Comment