BANDUNG, CEKLISSATU-Dua rumah makan di jalan raya Soekarno Hatta, Kecamatan  Rancasari Kota Bandung yakni Rumah Makan Ampera dan K Q5 Ludes terbakar, belum diketahui penyebabnya kebakaran itu. Tak hanya itu, tiga kendaraan roda dua di rumah makan ampera terlihat hangus terbakar.

Alfa (32) saksi mata yang juga karyawan rumah makan K-Q5 mengatakan, saat itu kejadian kebakaran begitu cepat, api awalnya berasal dari rumah makan Ampera dan sebelum api membesar terdengar suara ledakan.

"Api langsung membesar merembet ke rumah makan yang saya kerja, gak sempat nyelamatin barang-barang langsung lari nyelamatin diri sendiri karena api langsung membesar,"kata Alfa  Kamis 12 Januari 2023.

Baca Juga : Diduga Tabung Gas Bocor, Pekerja Laundry di Dago Kota Bandung alami Luka Bakar

Dia menceritakan saat itu banyak pengunjung yang sedang makan mereka pun langsung berhamburan keluar termasuk karyawan K-Q5 yang sedang salat zuhur langsung keluar setelah diteriaki bahwa ada kebakaran.

"Banyak pengunjung yang sedang makan siang sebagian karyawan yang sedang solat langsung berhamburan keluar,"katanya. 

Sementara itu menurut Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkar Kota Bandung Yusuf Hidayat mengatakan pihaknya menerima laporan bahwa terjadi kebakaran disalah satu rumah makan dan langsung menerjunkan armada Damkar terdekat.

"Awalnya kita hanya menerjukan mobil dari UPT terdekat yaitu UPT Damkar wilayah timur. Karena tidak mau ambil resiko akhirnya dari beberapa UPT dan damkar pusat diterjunkan sebanyak 10 unit  pasalnya api begitu besar selain membakar rumah makan yang kita kenal (Ampera) ada juga rumah makan K-Q5,"kata Yusuf.

Saat ini hingga pukul 14.00 Wib  tim damkar meskipun sudah memadamkan api tapi masih berusaha melakukan pendinginan agar api tidak menyala lagi dan merambat pada bangunan lain.


"Untuk sementara ada dua bangunan rumah makan yang terbakar dan beberapa kendaraan di rumah makan Ampera untuk penyebab itu nanti pihak kepolisian yang bekerja, dan juga sementara tidak ada korban jiwa termasuk kerugian masih belum bisa dihitung,"katanya.