JAKARTA, CEKLISSATU.COM -- Universitas Indonesia (UI) kembali mengambil langkah nyata dalam kemanusiaan. Menjadi tuan rumah rapat koordinasi (Rakor) di FKUI Salemba, Jakarta, UI bersama para pemangku kepentingan membahas usulan program percepatan pemulihan pascabencana yang melanda wilayah Sumatera pada 2025 lalu.
Fokus utama pertemuan ini adalah pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Penanganan Pascabencana.
Melalui konsorsium ini, universitas-universitas di Indonesia diharapkan bisa bergerak lebih cepat dan terpadu dalam memulihkan sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial di wilayah terdampak.
Baca Juga: IPB University Kenalkan Teknologi Padi Salibu, Petani Bisa Panen hingga Tiga Kali Tanpa Tanam Ulang
Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendikti Saintek, Dr. Fauzan Adziman menegaskan, pemerintah sangat mengandalkan kapasitas akademik kampus. Tujuannya agar pemulihan tidak hanya bersifat sementara, tapi berbasis riset yang berkelanjutan.
"Pemerintah ingin program pemulihan dan rekonstruksi ini dirancang secara terintegrasi agar dampaknya benar-benar terasa dalam jangka panjang," terang Fauzan dalam keterangan resminya.
Kegiatan ini merupakan hasil inisiatif bersama UI, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Semenara tu, Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah menyatakan, UI telah memiliki pengalaman panjang dalam respons kebencanaan melalui program UI Peduli Bencana yang dijalankan secara berkelanjutan.
"Selama 10 tahun terakhir, Universitas Indonesia menjalankan UI Peduli Bencana di berbagai wilayah, mulai dari Aceh hingga Papua," ucapnya.
Comment