BOGOR, CEKLISSATU — Universitas Terbuka (UT) dan Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor berkolaborasi melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertemakan “Upgrading Kemasan dan Label dalam Meningkatkan Nilai Jual UMKM di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin.” Kegiatan yang berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2025 ini bertujuan meningkatkan daya saing dan nilai jual produk UMKM melalui pelatihan serta pendampingan pembuatan kemasan dan label yang menarik dan ramah lingkungan.
Program PKM diawali dengan observasi lapangan terhadap calon UMKM binaan, dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan mengenai pentingnya peningkatan kualitas kemasan dan label. Peserta dilatih membuat desain label, memilih bahan kemasan yang tepat, serta menggunakan aplikasi digital untuk mendukung proses pembuatan.
Baca Juga: HIMAKOM UNIDA Dorong Mahasiswa Sains Komunikasi Pahami Realitas Industri Media melalui Media Journey di Kompas.id
Dari kegiatan tersebut, sejumlah UMKM berhasil mengembangkan tampilan produk mereka, di antaranya UMKM Cemal Cemil Bunda, Cireng Goang, Chi-Ko (Cireng Kocok), Keripik, Otak-Otak Dower, Halwi Bakery, dan Es Teller. Hasil pendampingan ini menunjukkan kemasan yang lebih menarik, informatif, dan sesuai standar kebersihan.
Evaluasi program dilakukan oleh Tim Pemonev UT, yakni Nihan Lanisy, M.Sn dari Program Studi Pariwisata dan Agustia Widiyani dari LPPM UT. Kegiatan tersebut turut dihadiri Muhammad Komarudin, S.E.Sy., M.A., Diyah Wulandari, S.E., M.Si., Fajrin Rimadhyani Firdaus, S.E., M.S.M., dan Wildan Munawar, SEI., M.A. dari Universitas Djuanda Bogor.
Tim PKM, Wildan Munawar SEI., MA, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut mencakup strategi branding produk mulai dari desain label hingga pemilihan bahan kemasan yang menarik dan ramah lingkungan agar lebih kompetitif di era digital.
“Dengan kemasan dan label yang lebih menarik, produk UMKM Desa Ciherang Pondok kini memiliki nilai tambah. Konsumen juga lebih mudah mengenali dan memesan produk melalui kontak informasi pada setiap kemasan,” ujarnya.
Para pelaku UMKM yang terlibat turut menampilkan hasil pengembangan produk mereka. Salah satu peserta menyampaikan bahwa pendampingan ini berdampak langsung terhadap peningkatan minat beli.
Baca Juga: FISIP Unida Bersama Disbudpar dan Komite Ekraf Kabupaten Bogor menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk Gali Potensi Strategi Kolaborasi Pengembangan Ekraf
“Setelah kemasan dan label kami diperbaiki, produk jadi lebih menarik dan mudah dikenali konsumen,” tuturnya.
Kegiatan evaluasi diakhiri dengan sesi diskusi antara tim pemonev, pelaksana program, dan para pelaku UMKM untuk membahas tindak lanjut, termasuk pelatihan pemasaran digital bagi produk unggulan desa.
Ketua PKM, Muhammad Komarudin, S.E.Sy., M.A., menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pelaku usaha.
“Harapannya program ini mampu meningkatkan pendapatan UMKM dengan kemasan yang lebih menarik, sehat, dan ramah lingkungan. Ke depan, pelatihan bisa dikembangkan ke bidang pemasaran maupun manajemen keuangan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UT dan UNIDA Bogor menunjukkan sinergi nyata antara dunia akademik dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi kreatif dan berkelanjutan dengan berbasis potensi lokal.
Comment