BOGOR, CEKLISSATU – Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Nusantara (YP2N) sukses menyelenggarakan Webinar dan Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian bertema “Inovasi, Penelitian, dan Pemberdayaan dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan dan Kesehatan Masyarakat”, pada Rabu, 18 Desember 2024. Acara ini diadakan secara daring dan dihadiri oleh akademisi, peneliti, mahasiswa, serta praktisi pemberdayaan dari seluruh Indonesia.
Nurhayati selaku Direktur YP2N dan Ketua Yayasan, dalam menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan dapat menghasilkan pemikiran operasional bagi pemerintah terkait program pemberdayaan masyarakat.
“Kesejahteraan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian serius, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini,” ujar Nurhayati.
Ketua panitia Ali Alamsyah Kusumadinata, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memetakan konsentrasi pemberdayaan berbasis isu-isu lokal.
“Kami ingin mendorong desa-desa untuk mampu bersuara melalui potensi lokal seperti produk pangan bergizi dan ekowisata yang membangun konsep glokalisasi desa,” tuturnya.
Baca Juga : Aodras Lady Riders: Inspirasi dan Keberanian Perempuan di Dunia Otomotif
Acara diawali dengan pembukaan lagu Indonesia Raya dan sambutan keynote speaker, Dr. Nurhayati, M.Si. Selanjutnya, kuliah umum disampaikan oleh dua pembicara ahli, yakni:
1. Prof. Dr. Adhi Iman Sulaiman, S.Sos., M.Si (Universitas Jenderal Soedirman) dengan tema “Blusuker dan Pemberdayaan Masyarakat”,
2. Dr. Fuad Muchlish, M.Si (Universitas Jambi) yang membahas “Penguatan Kelembagaan Ekonomi dalam Pengembangan Produk Lokal Desa”.
Diskusi dan sesi paralel turut menjadi agenda utama, di mana para peserta mempresentasikan hasil penelitian dan pengabdiannya sesuai dengan tema yang ditentukan, seperti kesehatan masyarakat, UMKM, komunikasi, ketahanan pangan, dan pendidikan.
Seminar ini memberikan banyak manfaat bagi para peserta, di antaranya sertifikat pemakalah dan publikasi artikel di jurnal pengabdian serta penelitian nasional ber-ISSN.
Dengan adanya kegiatan ini, YP2N berharap dapat membangun sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan solusi inovatif demi peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Indonesia.
(Febrian Batara Aditya Rahman)
Comment