JAKARTA, CEKLISSATU - Indonesia menjadi negara ketiga yang batal dijadikan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dalam sejarah sepakbola.

Sebelum Indonesia, ada dua negara yang tercatat gagal menjadi tuan tuan perhelatan sepakbola terbesar di dunia itu karena kondisi politik yang tidak baik.Pertama yakni Yugoslavia dan Irak.

Yugoslavia merupakan negara pecahan Uni Soviet yang pecah lagi menjadi beberapa negara gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 lantaran negaranya sering terlibat perang.

Baca Juga : FIFA Beri Sinyal Argentina Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Gantikan Indonesia 

Karena kondisi itu, Piala Dunia U-20 gagal Yugoslavia diselenggarakan di sana. Terlebih situasi politik yang mencekam membuat FIFA memutuskan untuk mem venue ke Australia.

Kemudian Irak. Lagi-lagi pembatalan tuan rumah Piala Dunia U-20 di negara ini juga disebabkan politik yang membuat kondisi sepakbola di sana berantakan.

Pada 2003, mimpi Irak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 urung terlaksana.

FIFA awalnya sangat yakin bahwa Irak adalah lokasi paling tepat untuk hajatan Piala Dunia U-20. Namun sayang, situasi politik luar negeri membuat rencana tersebut buyar.

Invasi Amerika Serikat 20 tahun lalu di Irak mau tak mau memaksa FIFA memindahkan venue ke lokasi yang tak jauh, tepatnya di Uni Emirat Arab.

Sebelumnya, FIFA secara resmi menghapus Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Keputusan itu terjadi usai pertemuan Presiden FIFA, Gianni Infantino dengan Ketum PSSI Erick Thohir, di Doha, Qatar.

Keputusan FIFA itu disampaikan langsung melalui rilis resminya yang dikeluarkan pada Rabu 29 Maret 2023 malam WIB.

"Menyusul pertemuan hari ini antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, FIFA telah memutuskan, karena keadaan saat ini, untuk menghapus Indonesia sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023," bunyi rilis resmi FIFA.