JAKARTA, CEKLISSATU - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mendesak agar para stakeholder olahraga berkuda bersatu kembali dan mampu menyelesaikan dualisme yang terjadi di tubuh organisasi Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi).

Harapan itu disampaikan Dito Ariotedjo ketika menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) ke-14 Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) di Hotel Aston Kartika, Jakarta, Rabu(14/11) malam.

Pada kesempatan itu, Menpora Dito Ariotedjo mengatakan kehadiran nya dalam Munas PP Pordasi itu tidak untuk melegitimasi pihak mana pun yang kini tengah berselisih pendapat. Tapi ia berharap, agar semua stakeholder olahraga berkuda bersatu kembali.

"Saya hadir di sini berharap agar tidak ada dualisme di tubuh Pordasi. Saya mengapresiasi kinerja Ibu Triwatty Marciano sebagai ketua umum selama empat tahun, melalui forum tertinggi ini saya titipkan agar bagaimana caranya Pordasi bisa bersatu dan kompak demi meraih prestasi tertinggi," tandas Dito Ariotedjo.

Saat Munas kubu  Aryo Djojohadikusumo, Dito juga mengaku menyampaikan hal yang sama yakni penyatuan dua pihak yang berselisih.

"Saya berharap ini tidak berlarut-larut seperti cabang tenis meja. Tadi juga mayoritas stakeholder olahraga memililki semangat kesana. Mudah-mudahan di Munas ini dilakukan pembahasan mengenai penyatuan," harap Menpora yang mengaku tidak memberikan deadline kepada kedua pihak untuk menyelesaikan polemik itu.

Menanggapi harapan Menpora, Ketua Umum PP. Pordasi, Triwatty Marciano, ia sangat menghormati AD/ART PP. Pordasi.

Karena itu sudah diamanahkan kepada saya dan menjadi tanggung jawab saya untuk mematuhinya. Rekonsiliasi tentunya menjadi keinginan kita bersama, untuk itu nanti biar floor yang memutuskan," ujar Triwatty Marciano.

Munas PP. Pordasi berlangsung hingga Jumat (16/11) itu bertemakan 'Transformasi Pordasi Menuju Prestasi Global' itu dihadiri oleh 20 Pengurus Provinsi(Pengprov) dengan membawa mandat, 4 Pengprov sebagai peninjau, serta 2 Pengprov absen dari 26 Pengprov anggota PP Pordasi.

Terpisah Ketua Umum KONI Pusat, mengatakan, bahwa soal transformasi nomor disiplin olahraga di satu induk organisasi cabang olahraga harus mengacu pada keberhasilan Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB.PABSI), yang semula menaungi tiga nomor disiplin yakni, Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga.

"Setelah bertransformasi dengan hanya menaungi nomor angkat besi. Prestasi angkat besi mampu berprestasi dengan meraih emas di Olimpiade," kata Marciano Norman.