JAKARTA, CEKLISSATU -- Seleksi Nasional
(Seleknas) tinju piala Menpora 2025 resmi ditutup Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo di Hall Basket Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.
Seleknas yang mulai berlangsung 21 Juli itu menjadi bagian dari upaya penguatan pembinaan olahraga prestasi di Indonesia. Pemerintah melalui Kemenpora berharap kejuaraan ini dapat memunculkan bakat-bakat potensial dan memperkuat regenerasi atlet tinju nasional.
Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Surono menilai kualitas para petinju yang tampil di seleknas sudah bagus namun masih harus ditingkatkan lagi. Dari hasil seleknas akan dipilih petinju terbaik di masing masing kelas untuk dipelatnaskan menghadapi SEA Games Thailand 2025.
Surono menerangkan mereka yang terpilih akan akan digembleng fisik dan mentalnya. “Kita akan mencari petinju petarung yang bermental juara bukan kaleng-kaleng,” tegasnya.
Rencananya lanjut Surono, mereka yang terpilih dalam pelatnas akan dikirim ke luar negeri untuk menjalani Trainning Camp (TC) dalam menghadapi SEA Games Thailand 2025 nanti.
“Mereka harus uji coba ke luar negeri juga minimal menghadapi petinju petinju Asia.Kalau disini terus ga bakalan mereka bisa bersaing dengan Thailand maupun Filipina. Makanya, kita harus cari negara mana yang menjadi tempat TC. Salah satu pilihannya sih Uzbekistan yang juara umum Olimpiade Paris 2024 itu,” ujarnya.
TC di Uzbekistan, sekalian untuk persiapan program jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028. "Dari dulu kan petinju Indonesia itu bisa bersaing di tingkat internasional dari kelas-kelas tertentu yang dimana berat badannya banyak di Indonesia. Yaitu kelas di bawah 80 kg,” tambahnya.
Tentang adanya usulan merekrut pelatih asal Kuba yang menangani Timnas Tinju Indonesia, Surono mengemukakan, akan dijajaki. “Selama pelatih itu bisa membuat atlet-atlet Indonesia juara, khususnya lolos ke olimpiade, kenapa tidak?,” ungkapnya.
Terkait persiapan menuju SEA Games Thailand 2025, Surono memastikan akan ada TC maupun try out ke luar negeri. “Pasti ada try out. Apakah di kawasan ASEAN, Asia atau Eropa tidak masalah. Dari sini, kita bisa mengecek apakah atlet itu sudah siap untuk bertanding atau belum. Atau bisa untuk mengecek potensi-potensi lawan yang akan dihadapi di SEA Games nanti. Biar kita mengetahui kekuatannya,” tuturnya.
Pada Seleknas ini tampil 98 petinju dari seluruh Indonesia yang bertarung di 9 kelas putra dan 8 putri. Tim Tinju Jawa Barat (Jabar) muncul sebagai juara umum dengan merebut lima medali emas. Kelima emas Jabar dipersembahkan oleh Alfianta Kartika Monopo (kelas bantam/54kg) putri, Yuliana Pudi kelas (bulu/57kg) putri, Elizer Gonzales (welter ringan/63,5 kg), Alfino Caesar (Menengah/75kg) dan Maikhel Roberrd Nuskita (Berat Ringan /80 kg)
Comment