BOGOR, CEKLISSATU – General Assembly  Asian Woodball Federation (AWbF) digelar di JSI Resort Bogor pada Jumat (22/8), di sela berlangsungnya 13th Asian Cup Woodball Championship 2025 dan AICE Indonesia Open 2025. 

Pertemuan rutin federasi kawasan Asia ini menghadirkan perwakilan negara anggota, termasuk Indonesia , Korea Selatan, Cina Taipei, India, Iran, Hongkong, Singapura, dan Malaysia.

Agenda General Assembly kali ini menjadi forum penting bagi setiap federasi untuk menyuarakan ide dan strategi pengembangan woodball di kawasan Asia. Indonesia melalui Pengurus Besar Indonesia Woodball Association (IWbA) mengambil peran aktif dengan mendorong federasi Asia agar lebih banyak mengambil langkah konkret dibandingkan sekadar seremoni.

Ketua Umum IWbA Aang Sunadji menekankan bahwa momentum pertemuan ini harus dimanfaatkan untuk menghasilkan aksi nyata, baik dalam peningkatan kualitas SDM maupun penyediaan sarana.

“Saya menyampaikan bahwa federasi Asia harus melakukan sesuatu untuk anggota negara-negara. Dukungan bisa diberikan melalui lokakarya bagi wasit dan pelatih, hingga bantuan peralatan seperti mallet untuk negara yang membutuhkan,” ujar Aang.

Ia mencontohkan bagaimana India, yang datang dengan antusias mengikuti kejuaraan di Indonesia , masih kesulitan karena minimnya peralatan.

"Kalau memang kita menyebut family woodball, masa kita biarkan? Indonesia siap membantu dengan sumber daya yang ada, termasuk menyediakan mallet. Usulan ini untuk kebaikan woodball, bukan untuk menjatuhkan pengurus, sehingga diharapkan dengan perbaikan tata kelola organisasi yang dilakukan akan membuat anggota yang ikut bertanding akan semakin banyak ke depannya," tegasnya.

Menurut Aang, sikap Indonesia ini bagian dari diplomasi olahraga. Ia menilai bahwa federasi Asia maupun federasi dunia harus berani berubah dengan menghadirkan rencana yang lebih terarah serta aksi nyata yang bisa dirasakan langsung oleh anggota.

"Kami harus mengutarakan hal-hal yang tidak pas. Banyak masukan dan perbaikan yang harus dilakukan. Jangan hanya seremoni atau kumpul rutin tanpa hasil. Inilah bentuk diplomasi olahraga Indonesia untuk memperjuangkan masa depan woodball yang lebih baik," tutupnya.

Penyelenggaraan 13th Asian Cup Woodball Championship dan 7th AICE Indonesia Open 2025 didukung oleh sponsor resmi, Aice, Mills, JHL Group, JSI Resort, BAIC, Kings Travel, Aquviva serta media partner, Bolaskor, Merah Putih Media dan Garuda TV sebagai siaran resmi.