BOGOR,CEKLISSATU – Sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali mengoperasikan layanan Transportasi publik BisKita Trans Pakuan.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan pengoperasian kembali BisKita Trans Pakuan merupakan wujud komitmen Pemkot Bogor memberikan layanan transportasi publik kepada masyarakat.
Pihaknya berharap dengan kembali beroperasinya BisKita Trans Pakuan, dapat mempermudah mobilitas masyarakat dengan biaya yang terjangkau.
Baca Juga: Biskita Kembali Beroperasi 8 April, Layani Koridor I dan II
“Ini adalah komitmen kita untuk menyediakan transportasi publik yang efisien kepada masyarakat,” kata Dedie Rachim, Selasa (8/4/2025).
Dengan beroperasinya kembali BisKita Trans Pakuan, kata Dedie, mobilitas masyarakat bisa lebih murah dengan adanya subsidi dari pemerintah.
Lebih lanjut Dedie menyampaikan, untuk anggaran BisKita Trans Pakuan untuk tahun ini dibagi dua, yaitu anggaran dari murni 2025 sampai dengan Oktober, kemudian dari perubahan di Oktober sampai dengan Desember.
Baca Juga: Biskita Trans Pakuan Segera Beroperasi Kembali
“Dengan adanya dukungan dari DPRD, di 2026 nanti kita berikan subsidi dan pastikan masyarakat menikmati layanan transportasi yang memadai. Uang rakyat kembali ke rakyat, wujud dari komitmen kita,” ujarnya.
Hari pertama beroperasinya kembali BisKita Trans Pakuan itu disambut positif oleh masyarakat yang telah menunggu dan merindukan moda transportasi publik di Kota Bogor.
Salah satunya adalah Andini yang merasa terbantu dari sisi finansial dan waktu dengan adanya BisKita itu.
Baca Juga: BisKita Segera Beroperasi Kembali, Pemkot Bogor Pastikan Proses Berjalan Sesuai Ketentuan
“Dengan adanya BisKita maka akan lebih hemat waktu, karena tidak seperti angkot yang suka ngetem,” kata Andini.
Sedangkan dari sisi tarif sebesar Rp4.000 menurutnya itu tidak seberapa dibanding dengan kenyamanan dan ketepatan waktu dari BisKita Trans Pakuan.
“Ongkos Rp4.000 dengan pelayaan yang tepat waktu tentu lebih worth it,” ucapnya.
Penulis: Achmad Jumaedi
Comment