BANDUNG, CEKLISSATU.COM – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) bentrok dengan debt collector atau mata elang di Jalan BKR, Bandung, Selasa (4/11/2025) sore.

Bentrok ojol dengan mata elang itu dipicu oleh penarikan paksa sepeda motor milik salah satu pengemudi ojol yang tengah membawa penumpang.

Aksi tersebut memicu reaksi keras dari rekan-rekan sesama pengemudi ojol yang tidak terima dengan tindakan mata elang tersebut.

Baca Juga: Bongkar Jaringan Premanisme di Kabupaten-Kota Bogor, Polisi Tetapkan Sembilan Tersangka dan Sita Puluhan Kendaraan

Ratusan pengemudi ojol kemudian mendatangi lokasi dan sempat terjadi bentrokan di lapangan.

Mengetahui adanya keributan, petugas kepolisian dari Polrestabes Bandung segera turun ke lokasi dan mengamankan situasi.

Polisi juga langsung bersiaga di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencegah kerusuhan meluas.

Baca Juga: Debt Collector Bertindak Brutal, Warga yang Melerai Tewas di Tempat Kejadian, Polisi Beberkan Kronologi

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton membenarkan adanya insiden pengemudi ojol denfan mata elang tersebut.

Ia menyampaikan, bahwa dua orang mata elang telah diamankan karena diduga melakukan penganiayaan terhadap pengemudi ojol saat proses penarikan kendaraan berlangsung.

“Kami sudah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan ini. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari pihak ojek online,” kata Kompol Anton.

Baca Juga: Polsek Cileungsi Amankan Sejumlah Debt Collector Dalam Giat Operasi Pekat

Lebih lanjut, Kompol Anton mengimbau masyarakat agar menyelesaikan masalah kredit kendaraan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Ia juga menegaskan agar pihak debt collector tidak melakukan tindakan perampasan di luar aturan.

“Jika kejadian seperti ini terulang kembali, kami tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas,” tegasnya.

Baca Juga: Dua Debt Collector Dibekuk Polisi Usai Aniaya Warga Rancabungur Pakai Pacul

Pasca insiden tersebut, situasi di kawasan Jalan BKR dilaporkan sudah kondusif.

Meski demikian, aparat kepolisian masih disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.